Ikan lele merupakan salah satu primadona dalam budidaya ikan air tawar di Indonesia. Permintaan pasar yang tinggi dan kemudahan budidaya menjadikannya pilihan menarik bagi pemula maupun pembudidaya berpengalaman.
Di Karimun, bisnis pembenihan ikan lele masih cukup menjanjikan. Salah seorang peternak lele, Yusron mengungkapkan, perlu teknik yang tepat untuk melakukan pemijahan ikan lele.
“Intinya, kita harus telaten dan sabar. Ketekunan tentu menghasilkan kesuksesan,” kata dia di Tanjung Balai Karimun, Minggu (30/6/2024).
Dia menyampaikan beberapa tips sukses pembenihan ikan lele, antara lain:
- Pemilihan Induk Unggul
Kualitas benih lele sangat ditentukan oleh induk yang digunakan. Pilihlah induk lele yang berasal dari strain unggul, bebas penyakit, dan memiliki riwayat reproduksi yang baik. Ciri-ciri induk lele unggul antara lain:
Ukuran: Betina minimal 500 gram dan jantan minimal 300 gram
Umur: Betina minimal 8 bulan dan jantan minimal 6 bulan
Tubuh: Gemuk, padat, dan tidak cacat
Genitalia: Jantan memiliki lubang genital kecil dan betina memiliki lubang genital besar
Aktivitas: Aktif berenang dan nafsu makan tinggi
- Persiapan Kolam Pemijahan
Kolam pemijahan lele idealnya berukuran 2 x 3 meter dengan ketinggian air 50-80 cm. Pastikan kolam terbebas dari pencemaran dan predator. Sediakan tempat bertelur berupa wadah plastik atau genteng yang diletakkan di dasar kolam.
- Proses Pemijahan
Pemijahan alami: induk lele jantan dan betina ke dalam kolam pemijahan dengan perbandingan 1:2. Biarkan proses pemijahan terjadi secara alami, biasanya ditandai dengan gelembung udara di permukaan air.
Pemijahan buatan: Lakukan inseminasi buatan pada induk lele yang telah matang gonad. Suntikkan sperma jantan ke dalam ovum betina dengan hati-hati.
- Penetasan Telur
Telur yang telah dibuahi akan menempel pada wadah bertelur. Pindahkan wadah berisi telur ke kolam penetasan yang lebih kecil dan tenang.
Jaga kualitas air dengan aerasi dan pergantian air secara berkala.
Telur akan menetas dalam waktu 24-48 jam setelah pembuahan.
- Pemeliharaan Larva
Pindahkan larva lele ke kolam pemeliharaan larva.
Berikan pakan alami seperti plankton atau kuning telur rebus yang dihaluskan.
Lakukan kontrol kualitas air secara ketat untuk mencegah penyakit.
Pantau pertumbuhan larva secara berkala dan lakukan penyortiran jika diperlukan.
- Panen Benih
Benih lele siap panen pada usia 7-10 hari setelah menetas.
Ciri-ciri benih lele siap panen: panjang minimal 5 cm, aktif berenang, dan mampu memakan pakan buatan.
Lakukan panen dengan hati-hati untuk menghindari stres pada benih.
Tips Tambahan:
Gunakan probiotik untuk menjaga kesehatan air kolam.
Berikan vitamin dan mineral tambahan untuk meningkatkan pertumbuhan lele.
Lakukan pencegahan penyakit dengan desinfeksi kolam secara berkala.
“Konsultasikan dengan ahli budidaya ikan jika mengalami kendala dalam pembenihan lele,” kata Yusron. (ms)





