PBB: Jumlah Anak Terbunuh dalam Konflik Naik 3 Kali Lipat dalam Setahun

Seorang perempuan dan anak-anak berjalan di antara reruntuhan bangunan di kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah, pada 9 Juni 2024. Bangunan kamp hancur akibat serangan Israel ke area tersebut. (Foto: Reuters/Abed Khaled)
Seorang perempuan dan anak-anak berjalan di antara reruntuhan bangunan di kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah, pada 9 Juni 2024. Bangunan kamp hancur akibat serangan Israel ke area tersebut. (Foto: Reuters/Abed Khaled)

“Sejak Israel meningkatkan operasinya ke Rafah pada awal Mei, hampir satu juta warga Palestina kembali terpaksa mengungsi, sementara pengiriman bantuan dan akses kemanusiaan semakin memburuk,” katanya.

Turk juga menyebutkan sejumlah konflik lainnya, termasuk di Ukraina, Republik Demokratik Kongo, dan Suriah.

Bacaan Lainnya

Dan di Sudan, yang telah dilanda perang saudara selama lebih dari setahun, ia memperingatkan bahwa negara tersebut “sedang dihancurkan di depan mata kita oleh dua pihak yang bertikai dan kelompok-kelompok yang berafiliasi… (yang telah) secara terang-terangan mengabaikan hak-hak warga sipil bangsanya sendiri”.

Kehancuran ini terjadi ketika dana untuk membantu semakin banyak orang yang membutuhkan semakin berkurang.

“Pada akhir Mei 2024, kesenjangan antara kebutuhan pendanaan kemanusiaan dan sumber daya yang tersedia mencapai $40,8 miliar,” kata Turk.

“Bandingkan dengan pengeluaran militer global yang berjumlah hampir $2,5 triliun pada tahun 2023, peningkatan riil sebesar 6,8 persen dari 2022,” kata Turk, seraya menekankan bahwa “ini adalah peningkatan tahunan paling tajam sejak 2009”.

“Selain menimbulkan penderitaan yang tak tertahankan bagi manusia, perang juga mempunyai konsekuensi yang besar,” katanya. [voa]

Jaringan: VOA

Pos terkait