Satwa Liar dan Ternak Mongolia “Berebut Rumput”

Kuda-kuda liar merumput di padang rumput Mongolia (foto: ilustrasi/Reuters).
Kuda-kuda liar merumput di padang rumput Mongolia (foto: ilustrasi/Reuters).

Sama-sama Terancam

Masih dianggap rentan di tingkat global, populasi macan tutul salju telah cukup stabil di Mongolia. Sebuah survei pada 2021 menemukan, ada 953 ekor kucing besar ini, yang merupakan populasi terbesar kedua di wilayah manapun seluruh dunia.

Bacaan Lainnya

Tetapi masuknya para penggembala ke wilayah mereka yang dilindungi, telah menjadi peringatan bagi pejabat-pejabat lokal, ternak peliharaan sekaligus hewan liar yang sama-sama terancam.

Munkhdavaa Khasag, deputi gubernur Mankhan, distrik dimana Jargalant berada, mengatakan bahwa sekurangnya 220 ternak telah dimangsa disana oleh macan tutul salju tahun lalu.

“Para penggembala selalu mengeluh terkait macan tutul salju dan ternak mereka yang hilang,” kata dia.

“Tetapi kami katakan, bahwa mereka harus meninggalkan gunung Jargalant. Itu adalah area taman nasional yang dilindungi bagi macan tutul salju dan mereka tidak diizinkan menggembalakan ternak disana,” tambah dia.

Para ahli mengatakan, pemerintah harus berupaya lebih agar sektor peternakan negara itu lebih berkelanjutan.

“Mongolia harus menciptakan sistem yang sehat, dengan bahan-bahan mentah dan produk dari nilai ternak yang lebih tinggi. Penggembala membutuhkan cara, untuk meningkatkan pendapatan mereka, dibanding menambah jumlah ternaknya,” kata Barbold Dorjgurkhem dari WWF. [ns/ab]

Jaringan: VOA

Pos terkait