Perkara Korupsi Dana Hibah KONI Karimun, JPU Hadirkan Dua Terdakwa

Sidang perkara korupsi dana hibah KONI Karimun di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Selasa (28/5/2024) menghadirkan 2 terdakwa dengan agenda pembacaan eksepsi dari penasihat hukum. (foto: JPU Kejari Karimun)
Sidang perkara korupsi dana hibah KONI Karimun di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Selasa (28/5/2024) menghadirkan 2 terdakwa dengan agenda pembacaan eksepsi dari penasihat hukum. (foto: JPU Kejari Karimun)

Karimun, JurnalTerkini.id – Perkara dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Karimun kembali bergulir, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua terdakwa di depan majelis hakim pada persidangan kedua, Selasa (28/5/2024).

Baca juga jurnal berita hukum berikut: Dugaan Korupsi Dana KONI Karimun, Ini Modusnya Menurut Kejaksaan

Bacaan Lainnya

Perkara korupsi senilai Rp3,4 miliar untuk kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri di Kabupaten Bintan pada 2022 itu, diadili majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang.

Dalam sidang kedua tersebut, JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Karimun menghadirkan kedua terdakwa yaitu RS sebagai Bendahara KONI Karimun dan MD sebagai tenaga administrasi keuangan di KONI Karimun.

“Adapun agenda sidang hari ini (Selasa) adalah pembacaan eksepsi dari Penasihat Hukum (PH) terdakwa atas dakwaan JPU Reg Perkara. No .01/TBK/ft./04/2024 Tanggal 06 Mei 2024,” kata Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Karimun Rezi Dharmawan di Tanjung Balai Karimun, Selasa (28/5/2024).

Baca juga jurnal berita Karimun berikut: Kejari Karimun Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Dana Hibah KONI

Sidang tersebut dipimpin oleh hakim ketua Riska Widiana didampingi hakim anggota Fausi dan Sayiful Arif dengan Panitera Pengganti Siti Fatimah dan JPU Riris Minica Sari.

“Pekan depan dilanjutkan dengan agenda tanggapan/jawaban dari JPU atas eksepsi para terdakwa,” ungkapnya.

Seperti berita sebelumnya, kasus dugaan korupsi dana hibah Koni Karimun telah ditahan dua tersangka yaitu RS dan MD pada Kamis (11/1) sore. Setelah hasil pemeriksaan audit BPKP ada kerugian negara sebesar Rp433 Juta.

“Kedua terdakwa kita titipkan di Rutan Kelas I Tanjungpinang,” ucap Rezi. (jms)

Pos terkait