ICW Minta Panitia Seleksi KPK Diisi Sosok Berintegritas

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (kpk.go.id)

Itikad presiden memperbaiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat dilihat dari panitia seleksi (pansel) calon pimpinan dan Dewan Pengawas KPK yang tengah disusun. Indonesia Corruption Watch menilai jika pansel diisi sosok berintegritas, pimpinan KPK yang terpilih kelak juga lebih baik.

JAKARTA – Pemerintah akan segera membentuk panitia seleksi calon pimpinan dan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk periode 2024-2029 karena masa jabatannya akan habis Desember ini. Pemerintah menetapkan panitia seleksi ini akan berjumlah sembilan orang, yang mencakup lima orang dari unsur pemerintah dan empat orang dari masyarakat.

Bacaan Lainnya

Dominasi pemerintah dalam panitia seleksi tersebut baru terjadi kali ini. Panitia-panitia seleksi calon pimpinan dan Dewan Pengawas KPK sebelumnya didominasi unsur masyarakat.

Melihat penanganan kasus korupsi lima tahun terakhir yang cenderung memburuk, peneliti di Indonesia Corruption Watch (ICW) Diky Anandya, meminta Presiden Joko Widodo memperbaiki hal itu dengan membentuk panitia seleksi yang punya integritas.

“Setiap anggota pansel (panitia seleksi) harus memiliki kompetensi yang memiliki pemahaman yang utuh terhadap situasi pemberantasan korupsi, terutama kelembagaan KPK, setidaknya lima tahun terakhir. Poin ini begitu penting agar pansel dapat menilai mana kandidat calon pimpinan KPK yang mampu menjadi obat bagi penyakit yang diderita oleh KPK selama ini,” katanya.

Pos terkait