“Kami lihat dari situasi kesehatannya. Kami lihat dari situasi gizinya,” ujarnya.
“Anak-anak menunjukkan tanda-tanda kekurangan gizi yang serius, dan fakta bahwa IPC [Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu] menyoroti bahwa 70% populasi berada dalam bahaya kelaparan. Kami perlu melihat perubahan dalam hal tersebut, namun (sayangnya) hal tersebut tidak terjadi.”
Kemungkinan serangan Israel ke Rafah
Hal lain yang menjadi perhatian besar, yang paling penting dalam pikiran para aktivis kemanusiaan, adalah potensi serangan Israel ke Rafah. McGoldrick mengatakan orang-orang yang dia temui dalam kunjungannya ke Gaza beberapa hari lalu sangat khawatir tentang kemungkinan serangan tersebut, kekhawatiran yang juga dia sampaikan kepada Mayjen Finkelman.
“Kami telah menegaskan sejak hari pertama bahwa kami memerlukan waktu untuk mempersiapkan dan menempatkan pasokan ke tempat-tempat di mana orang mungkin bermigrasi,” katanya. “Kami tidak dapat melakukan itu sekarang karena kami tidak memiliki cukup pasokan yang datang secara rutin.”
“Saat ini kami hampir tidak mampu memberi makan dan mendukung warga (Palestina di Gaza). Dan jika kami menambahkan dimensi lain dari proses perencanaan darurat untuk (kemungkinan terjadinya) serangan di Rafah, kami belum siap untuk itu,” katanya.
Untuk mengatasi sistem kesehatan yang tidak lagi berfungsi, katanya, WHO mendirikan rumah sakit lapangan medis darurat di seluruh utara dan tengah Gaza, untuk mencoba memberikan layanan “jika Rafah terkurung oleh serangan militer (Israel), maka kami tidak dapat beroperasi dari sana.”
“Kita menghadapi situasi dramatis yang nyata di depan kita,” katanya.
“Dan jika memang terjadi serangan di Rafah, angka yang disebutkan adalah evakuasi sekitar 800.000 orang dari Rafah. Seperti yang kita lihat saat ini, tidak ada lagi ruang yang bisa menampung orang sebanyak itu,” katanya.
“Kami membunyikan peringatan bahwa kami belum siap untuk memenuhi kebutuhan. Kami tidak akan membantu orang-orang yang mengungsi atau menjadi bagian dari evakuasi, namun kami harus siap mendukung mereka jika mereka tiba di tujuan lain,” ujarnya.
“Beberapa warga (Gaza di Rafah) telah mengungsi sebanyak lima atau enam kali,” pungkasnya. [voa]
Jaringan: VOA





