PBB: Gaza Perlu Bantuan Besar-besaran untuk Hindari Bencana Kelaparan

Jamie McGoldrick, koordinator kemanusiaan PBB untuk wilayah pendudukan Palestina, memperingatkan bahwa sistem perlindungan terhadap para pekerja bantuan di Gaza tidak berfungsi.
Jamie McGoldrick, koordinator kemanusiaan PBB untuk wilayah pendudukan Palestina, memperingatkan bahwa sistem perlindungan terhadap para pekerja bantuan di Gaza tidak berfungsi. (foto: AP)

JENEWA, SWISS – Seorang pejabat senior Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan akan terjadinya “bencana dahsyat” bagi ratusan ribu warga Palestina yang hidup dalam kondisi berbahaya di Gaza yang dilanda perang, jika pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut tidak diperluas secara besar-besaran dalam beberapa hari mendatang.

“Kita harus memiliki sistem yang memungkinkan kita merasa aman dan terlindungi ketika kita mengirimkan bantuan, dan itu adalah tanggung jawab Israel ketika kita beroperasi di wilayah yang mereka duduki,” kata Jamie McGoldrick, koordinator kemanusiaan PBB untuk wilayah pendudukan Palestina.

Bacaan Lainnya

Berbicara pada Jumat (12/4/2024) dari Yerusalem, McGoldrick mengatakan kepada wartawan di Jenewa bahwa sulit dan berbahaya bagi pekerja bantuan untuk bergerak dan mengirimkan bantuan di Gaza, dan menambahkan bahwa sebuah kendaraan Dana Anak-anak PBB atau UNICEF (United Nations Children’s Fund) pada Selasa (9/4/2024) terkena peluru tajam ketika menunggu untuk memasuki Gaza utara.

Insiden tersebut menyusul pembunuhan tujuh pekerja World Central Kitchen yang sedang mengantarkan bantuan ke Gaza pada tanggal 1 April oleh Israel, dan penyerangan serta penjarahan konvoi 14 truk Program Pangan Dunia (WFP) yang bertujuan ke Gaza utara bulan lalu.

Perkembangan seperti ini menggambarkan bahwa “sistem yang kita gunakan bagi perlindungan dan keselamatan para pekerja bantuan tidak berfungsi,” katanya.

Merujuk pada konvoi yang diserang, McGoldrick mengatakan, “Saya pikir para pekerja kemanusiaan di sana kemudian mengkhawatirkan keselamatan mereka sendiri. Dan sejauh yang kami tahu, sistem dekonflik dan notifikasi memiliki kelemahan.”

Total Views: 518

Pos terkait