Lonjakan kepercayaan diri para pendukung kelompok teror ISIS, yang tercermin dalam serangkaian ancaman online terhadap Eropa yang dikombinasikan dengan serangan berdarah di sebuah gedung konser di Rusia, membuat sejumlah pejabat keamanan di Amerika khawatir.
Sebagian pejabat keamanan dan penegak hukum telah sejak lama mengkhawatirkan adanya kelompok-kelompok kecil atau individu yang terinspirasi oleh plot teror di seluruh dunia, untuk melakukan serangan serupa di Amerika. Namun Direktur FBI Christopher Wray pada Kamis (11/4/2024) mengatakan kepada para anggota Kongres bahwa sesuatu yang lebih mengkhawatirkan mungkin akan terjadi.
“Sekarang yang semakin mengkhawatirkan adalah potensi serangan terkoordinasi di sini, di tanah air kita, mirip dengan serangan ISIS-K yang kita lihat di gedung konser Rusia beberapa minggu yang lalu,” ujar Wray yang menggunakan singkatan afiliasi ISIS di Afghanistan itu.
Peringatan FBI ini juga menandakan adanya potensi pergeseran pandangan mengenai kemungkinan jangkauan ISIS dan afiliasinya di Afghanistan, yang mengaku bertanggung jawab terhadap serangan di gedung konser Crocus City di luar Moskow pada 22 Maret lalu yang menewaskan 145 orang.
Beberapa hari lalu badan-badan kepolisian di seluruh Eropa meningkatkan keamanan setelah media yang terkait dengan Negara Islam atau ISIS memposting seruan untuk menyerang stadion-stadion yang menjadi tuan rumah pertandingan sepak bola Liga Champions minggu ini di Madrid, London dan Paris.
Minta Warga AS Waspada
Setelah kejadian tersebut, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) mengatakan tidak memiliki informasi intelijen yang spesifik dan kredibel yang menunjukkan bahwa ISIS memiliki kemampuan untuk mengancam Amerika.






