“Idul Fitri dalam situasi seperti sekarang ini, yakni perang yang telah berlangsung enam bulan, bukanlah Idul Fitri. Id bagi rakyat Palestina di Gaza bukanlah Idul Fitri, Idul Adha, atau perayaan kemenangan. Idul Fitri menandai berakhirnya perang dan agresi. Idul Fitri berarti akhir dari kelaparan dan penderitaan rakyat,” ujar Eyad Kahlout, seorang warga lokal.
“Sebelumnya tidak ada perang, dan orang-orang tinggal di rumah, bekerja dan mendapat penghasilan. Tetapi kini, orang-orang kehilangan tempat tinggal,” kata pengungsi Mohammad Al-Khodari.
Jalur Pengiriman Bantuan Dibuka, Pasukan Israel Tinggalkan Khan Younis
Pada Jumat (5/4/2024), UNWRA menyambut baik dibukanya kembali jalur penyeberangan Erez, yang merupakan penyeberangan utama di Jalur Gaza utara, serta penggunaan sementara pelabuhan Ashdod di Israel selatan. Langkah tersebut menyusul tuntutan AS terhadap Israel agar meningkatkan pasokan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Namun, UNWRA menegaskan bahwa Israel masih harus berbuat lebih banyak.
Israel sejak lama menuduh UNRWA dekat dengan Hamas dan berusaha untuk membubarkan badan PBB itu. Namun, UNRWA terus membantah tuduhan tersebut dan menyebut Israel menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Sementara itu, militer Zionis Israel pada Minggu (7/4/2024) mengumumkan bahwa pihaknya telah menarik pasukannya dari kota Khan Younis di Gaza selatan, menandai berakhirnya fase penting dalam serangan darat Israel terhadap kelompok militan Hamas.
Akan tetapi, pejabat-pejabat Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan bahwa para tentara sekadar berkumpul kembali karena mereka tengah mempersiapkan diri untuk bergerak ke Rafah, daerah yang mereka klaim sebagai benteng terakhir pertahanan Hamas. [voa]
Jaringan: VOA





