Tahun ini, warga Palestina menganggap Idul Fitri mustahil dirayakan dengan sukacita, akibat perang yang masih berkecamuk di Gaza. Alih-alih mempersiapkan santapan khas Idul Fitri, mereka bergantung pada distribusi bantuan kemanusiaan yang baru mereka terima setelah dua bulan lamanya.
JALUR GAZA – Para pengungsi di Gaza tengah menerima bantuan kemanusiaan dari Badan Urusan Pengungsi Palestina UNRWA, jelang Hari Raya Idul Fitri, Senin (8/4/2024).
Sementara umat Islam di seluruh dunia mempersiapkan santapan untuk menandai berakhirnya bulan puasa Ramadan, para pengungsi di sebuah kompleks sekolah di Deir al-Balah menerima bantuan darurat yang didistribusikan staf UNWRA, termasuk makanan kaleng.
Para penerima paket-paket bantuan di kamp pengungsi itu mengaku bantuan tersebut “belum cukup”.
Salah satunya adalah Fayez Abdelhadi. “Makanannya tidak cukup. Saya tidak menerima paket makanan selama dua bulan. Baru kemarin kami menerima satu paket. Itu tidaklah cukup untuk saya, anak-anak saya dan 18 orang lainnya yang bersama saya. Bahkan jika satu orang menerima satu paket per hari pun tidak akan cukup,” katanya.
Abdelhadi menambahkan, mereka juga membutuhkan perlengkapan kebersihan.
“Kami bahkan tidak memiliki persediaan perlengkapan kebersihan, sedangkan kami tinggal di daerah di mana wabah penyakit menyebar luas. Kami belum menerima perlengkapan kebersihan. Tidak ada sabun, klorin, disinfektan, dan semacamnya,” lanjutnya.
Sementara itu, pasar di kota Deir al-Balah penuh sesak pada hari Minggu (7/4/2024) menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, suasana menjelang perayaan Idul Fitri di sana masih dibayang-bayangi perang Gaza, yang kini telah memasuki bulan keenam.
Di pasar yang ramai itu, warga Palestina mengatakan kepada wartawan kantor berita Associated Press bahwa mustahil untuk merayakan Idul Fitri dengan sukacita karena Israel terus menggempur, sementara mereka berada di pengungsian, pasokan pangan menipis, dan harga-harga naik.





