133 Orang Tewas Akibat Serangan Teror di Moskow

Asap membubung dari tempat konser Crocus City Hall menyusul laporan penembakan di luar Kota Moskow, Rusia, Jumat, 22 Maret 2024. (Foto: Maxim Shemetov/Reuters)
Asap membubung dari tempat konser Crocus City Hall menyusul laporan penembakan di luar Kota Moskow, Rusia, Jumat, 22 Maret 2024. (Foto: Maxim Shemetov/Reuters)

MOSKOW – Gubernur wilayah Moscow, Andrei Vorobyov, mengatakan bahwa 133 jenazah berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan dalam 24 jam terakhir menyusul serangan teror oleh kelompok militan ISIS, Reuters melaporkan. Sebelumnya, editor TV pemerintah, Margarita Simonyan, tanpa menyebut sumber, melaporkan 143 tewas dalam serangan itu.

Sejumlah pria bersenjata yang mengenakan kamuflase menembaki para pengunjung konser dengan senjata otomatis di dekat Moskow. Para militan ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Bacaan Lainnya

Kantor berita Amaq melalui Telegram mengatakan ISIS, kelompok militan yang pernah berusaha menguasai sebagian besar wilayah Irak dan Suriah, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Setidaknya lima pria bersenjata mulai menembaki warga sipil yang meringkuk di Balai Kota Crocus tepat sebelum grup rock era Soviet “Picnic” hendak tampil di teater berkapasitas 6.200 kursi di pinggiran barat Moskow.

Video yang terverifikasi menunjukkan orang-orang yang akan duduk di aula bergegas menuju pintu keluar ketika tembakan berulang kali bergema di tengah teriakan. Video lain menunjukkan sejumlah pria menembaki sekelompok orang. Beberapa korban tergeletak tak bergerak di genangan darah.

“Tiba-tiba ada ledakan di belakang kami – tembakan. Ada ledakan – saya tidak tahu apa,” kata seorang saksi mata, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, kepada Reuters.

“Kejadian terinjak-injak dimulai. Semua orang berlari ke eskalator,” kata saksi mata. “Semua orang berteriak; semua orang berlarian.”

Jumlah korban tewas itu menjadikan insiden tersebut salah satu serangan terburuk di Rusia sejak pengepungan sekolah di Beslan pada 2004. Saat itu, militan Islam menyandera lebih dari 1.000 orang, termasuk ratusan anak-anak.

Anak-anak dilaporkan termasuk di antara korban tewas dan terluka dalam konser tersebut. Puluhan ambulans tiba di lembaga perawatan darurat Sklifosovsky di Moskow.

Pos terkait