Kebakaran
Di Balai Kota Crocus, api membubung ke langit, dan gumpalan asap hitam membubung di atas lokasi saat ratusan lampu biru dari kendaraan darurat menyala di malam hari.
Helikopter berusaha memadamkan api yang melalap bangunan besar tersebut. Atap tempat tersebut runtuh, kata kantor berita negara RIA.
Sebuah foto buram yang diterbitkan oleh beberapa media Rusia menunjukkan dua orang yang diduga penyerang berada di dalam mobil putih.
ISIS mengatakan para pejuangnya menyerang di pinggiran Moskow, “membunuh dan melukai ratusan orang serta menyebabkan kerusakan besar di tempat itu sebelum mereka mundur ke pangkalan mereka dengan selamat.” Pernyataan itu tidak memberikan perincian lebih lanjut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan insiden itu adalah “serangan teroris berdarah” yang harus dikutuk oleh seluruh dunia.
Amerika Serikat (AS), negara-negara Eropa dan Arab serta banyak negara bekas Uni Soviet menyampaikan bahwa mereka terkejut dengan serangan itu, mengutuk serangan tersebut dan menyampaikan belasungkawa. Penasihat presiden Ukraina Mykhailo Podolyak membantah adanya keterlibatan Ukraina.
Peringatan Serangan
Dua minggu lalu, Kedutaan Besar AS di Rusia memperingatkan bahwa “ekstremis” mempunyai rencana untuk melakukan serangan di Moskow.
Kedutaan mengeluarkan peringatannya beberapa jam setelah FSB mengatakan pihaknya telah menggagalkan serangan terhadap sebuah sinagoga di Moskow oleh sel ISIS.
“Sementara kejadian terus terjadi, kami sangat menyarankan agar warga AS di Moskow menghindari daerah tersebut, mengikuti instruksi dari dinas keamanan setempat dan terus memantau perkembangan media lokal,” kata Kedutaan AS pada Jumat.
Kremlin mengatakan Putin diberitahu pada menit-menit pertama serangan itu dan informasi terus diperbarui secara berkala.
“Presiden terus-menerus menerima informasi tentang apa yang terjadi dan mengenai tindakan yang diambil melalui semua layanan terkait. Kepala negara
“Presiden terus-menerus menerima informasi tentang apa yang terjadi dan mengenai tindakan yang diambil melalui semua layanan terkait. Kepala negara memberikan semua instruksi yang diperlukan,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: M Sarih





