Karimun (Jurnal) – Pengerjaan proyek pengaspalan di Jl. A. Yani Baran I sampai ke Baran II, Kelurahan Baran Timur, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau sedang dilakukan, seperti peninggian badan jalan dan pengaspalan ulang menjadi pro dan kontra oleh masyarakat sekitar, Selasa (20/5).
Namun, perbaikan dan pengaspalan jalan tersebut mendapat protes dari masyarakat yang mengeluh karena proyek tersebut menimbulkan debu siang maupun malam.
Aminah (35), mengatakan hampir satu bulan, sejal proyek tersebut dikerjakan menghirup akibat tanah yang ditimbun untuk peninggian dan pengaspalan.
Ia menatakan masyarakat sekitar sangat mengeluhkan karena banyaknya debu yang berterbangan ketika dilewati oleh pengendara motor maupun mobil.
Mengenai debu itu sangat dirasakan masyarakat di sekitar. Pasalnya, walaupun disiram oleh air ketika kering tetap saja berdebu oleh pengendara motor dan mobil.
“Tidak adanya kejelas dari proyek kapan akan dilakukan pengerjaan pengaspalan membuat masyarakat menjadi resah,” ungkap.
Aminah menambahkan lagi, sewaktu pengerjaan penimbunan tanah di badan jalan tidak ada musyawarah oleh masyarakat sekitar.
“Sehingga masyarakat mengimbau dalam proyek pengerjaan pada malam hari ini dihentikan,” katanya.
“Masyarakat berharap jangan ada penimbunan tambahan, takut terjadi banjir ketika hujan akibat tidak adanya drainase di kiri kanan jalan yang membuang air arah laut dan pengerjaan selama ini tidak sesuai bestek,” pungkasnya. (Iqb)





