MEDAN, SUMATERA UTARA – Dengan tekad bulat Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terus melakukan pencarian begitu mendapat informasi tentang terbaliknya kapal pengungsi Rohingya di perairan Aceh Bara, Rabu (20/3/2024).
Setelah menjelajahi wilayah perairan yang luas, tim Basarnas menemukan 69 pengungsi di perairan barat Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, hampir 24 jam setelah menerima informasi musibah itu.
Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris, mengatakan 69 pengungsi ditemukan dalam keadaan selamat dan ditemukan pada posisi koordinat arah barat laut atau 21 mil laut (nautical mile) dari Pelabuhan Jetty Ujong Karang Meulaboh. Sebagian bertahan di lambung kapal yang terbalik, sebagian kecil terapung-apung di laut.
“Pada pukul 09.00 WIB kami berhasil menemukan korban. Kami evakuasi sampai pukul 12.00 WIB. Seluruhnya berhasil dievakuasi itu ada 69 orang di antaranya 42 laki-laki, 18 perempuan, dan sembilan anak-anak,” kata Ibnu kepada VOA.
Ibnu menjelaskan operasi pencarian itu dilakukan mulai 07.00 WIB menggunakan Kapal KN SAR Kresna milik Basarnas. “Seluruh korban kami bawa ke Pelabuhan Jetty Ujong Karang Meulaboh. Kemudian, semuanya diserahkan ke pihak imigrasi,” jelasnya.
Basarnas Banda Aceh belum menerima laporan terkait adanya korban yang meninggal dunia dalam rombongan etnis Rohingya itu. “Untuk saat ini kami tidak ada laporan meninggal dunia. Jadi 69 orang itu dalam keadaan selamat,” ucap Ibnu.
SUAKA Desak Satgas Penanganan Pengungsi Ambil Langkah Serius
Atika Paraswaty dari lembaga swadaya masyarakat yang fokus dalam isu perlindungan pengungsi (SUAKA) mendesak agar Satgas Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri (PPLN) perlu mengambil langkah tegas, termasuk melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat untuk menjalankan Perpres No 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri.





