Meranti (Jurnal) – Minimnya sarana rekreasi ditambah lagi ulah PLN yang memberlakukan pemadaman bergilir di pemukiman masyarakat, sepanjang Jalan Dorak ujung dan Jalan Lingkar Dorak jadi ajang mojok dan pacaran pasangan muda-mudi, Sabtu (10/5) malam.
Berdasarkan pantauan wartawan media ini, tepatnya di Jalan Dorak ujung, lepas dari gedung RSUD hingga Pantai Dorak, juga di pinggiran jalan lingkar Dorak, tidak kurang dari seratus kendaraan parkir di pinggiran jalan, mayoritas mereka adalah pasangan muda mudi dengan berbagai tingkah laku,
Umumnya mereka duduk berduaan di atas kendaraan sambil bersenda gurau dan bermesraan. Beberapa di antara mereka adapula yang sedang cekcok mulut dengan pasangannya, bahkan puluhan kendaraan lainnya terparkir di pinggir jalan kemungkinan pemiliknya sedang di balik semak semak, tragisnya lagi puluhan pasang muda mudi tidak segan-segan berpelukan di atas kendaraan yang sedang parkir di pinggir jalan.
Ironisnya lagi, belasan pasangan muda-mudi yang sedang santai berdua di atas kendaraan ada yang mengenakan jilbab,.
Semakin ramainya muda-mudi memadu kasih di kegelapan malam di pinggiran Jalan Dorak ini, tidak sedikit membuat para pengguna jalan merasa risih dan khawatir akan kenakalan remaja yang akhir-akhir makin mencemaskan banyak pihak, kondisi ini dikarenakan peranan orang tua mengantisipasi kenakalan remaja kurang maksimal, dan diperparah oleh peran pihak-pihak dan instasi terkait sangat minim, ungkap Defri, warga Kelapa Gading Kota Selatpajang di sela-sela santai di Jalan Dorak.
“Jadi jangan heran kalau di Kota Selatpanjang ini, berbagai jenis kenakalan remaja terus meningkat, karena kenakalan remaja itu sendiri terus mendapat peluang yang sangat besar untuk dilakukan, sebut saja seperti situasi Jalan Dorak yang gelap gulita nan sepi saat ini, tanpa penerangan listrik,” katanya.
Menurut dia, wajar kalau kalangan muda mojok di tempat sepi terlepas lagi peranan orang tua dalam mengawasi anak anaknya yang sangat minim atau terbatas,belum lagi peran aktif dari pihak dan aparat terkait di daerah ini yang ia nilai masih minim.
“Kedepannya, kita minta persoalan ini sesegera mungkin diantisipasi agar kenakalan remaja bisa diminimalisir,” sebutnya. (Isk)





