Hal senada disampaikan oleh ekonom Indef Nailul Huda. Ia mengatakan dengan perolehan suara sementara ini, mengindikasikan bahwa pemilu akan berjalan satu putaran. Menurutnya, hal ini sangat disambut positif oleh pasar. Selain itu, para investor, katanya juga tidak condong kepada paslon tertentu. Kepastian pemilu berjalan dengan baik dan satu putaran yang sangat diapresiasi oleh pasar.
“Biasanya bagi investor itu yang mereka suka. Oh dia sudah pasti nih, berarti nanti ke depannya sektor-sektor mana yang bisa naik. Makanya kemarin beberapa sektor infrastruktur dan konstruksi hijau banget. Lalu dari sisi Pak Prabowo sendiri kan, di belakang kan juga banyak lah yang dia pemain-pemain saham kelas kakap, terutama Boy Thohir,” ungkap Nailul.
Lalu bagaimana dengan perekonomian tanah air di tangan kepemimpinan Prabowo-Gibran dalam lima tahun ke depan?
Nailul memprediksi bahwa pertumbuhan perekonomian Indonesia tidak akan jauh dari level 5 persen. Pasalnya tagline dari paslon 02 ini adalah mengenai keberlanjutan daripada pemerintahan dari Presiden Jokowi. Menurutnya, ketika tidak ada gebrakan yang signifikan dalam kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah baru tersebut, maka pertumbuhan ekonominya akan cenderung stagnan di level 5 persen.
“Bahkan kalau saya lihat beberapa proyeksi dari lembaga internasional atau nasional, itu akan lebih rendah dari angka 5 persen. Kalau saya tebakannya di angka 4,9 sampai 5 persen. Jadi memang tidak akan sampai ke titik di mana 7 persen seperti yang janjikan oleh semua paslon,” jelasnya.
Kebijakan yang digadang-gadang oleh paslon 02 dengan pembagian makan siang gratisnya juga dinilai Nailul belum bisa berdampak signifikan terhadap peningkatan atau percepatan pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun ke depan.
Ia pun menyoroti kabar yang beredar bahwa paslon 02 tersebut akan memangkas subsidi BBM demi mewujudkan program makan siang gratis. Hal ini dikarenakan selama ini subsidi BBM tersebut dinilai kurang tepat sasaran.





