Tulungagung: “Abah Jangan Nyanyi”
Menggunakan campuran bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, Anies membacakan beberapa poster yang dibawa warga yang datang.
“Abah, Perjuangkan Selalu Amar Makruf,” “Kami Yang Miskin Berhak Dapat Pendidikan Terbaik,” “Abah Presiden Pilihan Hati, Bukan Pilihan Dinasti,” dan “Kami Dukung karena Iman dan Takwa, Bukan karena Sandera KPK,” demikian tulisan sebagian poster yang dibaca Anies.
Ia tidak dapat menahan gelak tawa saat membaca poster terakhir “Abah Jangan Nyanyi.”
“Boleh nyanyi?” tanya Anies, yang langsung dijawab warga “Tidak boleh!” Semua pun tertawa.
Anies melanjutkan kampanyenya dengan mengatakan “kita ingin mengembalikan Indonesia menjadi rumah besar bagi semua, seperti yang digariskan pendiri republik ini. Pendiri bangs aini telah membuat Indonesia untuk semua golongan, bukan untuk sebagian saja.”
Mohon Doa dari Kiai & Habib
Dalam kesempatan itu ratusan ulama, kiai, habib dan tokoh se-Jawa Mataraman mendeklarasikan dukungan pada Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Deklarasi tersebut mengajak semua pihak untuk berjuang memenangkan capres-cawapres nomor urut satu itu dan sekaligus menjaga ketertiban pelaksanaan pemungutan suara hingga proses perhitungannya untuk menjamin tidak terjadinya kecurangan.
Anies menyempatkan diri bersilaturahmi dengan para kiai dan pemuka masyarakat se-Tulungagung di rumah Mbak Trimo, yang terletak di lingkungan Masjid Al Falah, Tulungagung. Tampak hadir sejumlah kiai dari Pondok Pesantren Al Falah Ploso, dan Lirboyo, Kediri.
Selain PKB, dua partai lain dalam Koalisi Perubahan yang mengusung Anies-Cak Imin, adalah Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).




