Akankah Debat Mempengaruhi Pilihan Pemilih?

FILE - Debat Pertama Capres 2024 yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum RI (KPU RI) di Jakarta, menghadirkan ketiga calon presiden yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, Selasa (12/12). (VOA/Indra Yoga)
FILE - Debat Pertama Capres 2024 yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum RI (KPU RI) di Jakarta, menghadirkan ketiga calon presiden yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, Selasa (12/12). (VOA/Indra Yoga)

Kinerja Pemerintah Berdampak pada Pilihan Pemilih

Salah satu faktor yang cukup besar mempengaruhi pilihan pemilih saat ini adalah faktor kinerja pemerintah, dalam hal ini Jokowi. Survei terakhir menunjukan 83 persen warga merasa puas dengan kinerja Jokowi. Dalam teori ekonomi voting, kepuasan terhadap pemerintah ungkapnya mempunyai pengaruh di dalam preferensi pemilih.

Bacaan Lainnya

“Pertengahan tahun 2022, yang dianggap sebagai representasi pemerintah adalah pak Ganjar Pranowo, yang saat itu suaranya paling tinggi. Tetapi kemudian persepsi publik bergeser karena melihat maneuver politik pak Jokowi terutama ketika Prabowo Subianto mengambil Gibran sebagai wakil. Itu menjadi tanda bagi publik bahwa pak Jokowi ada di pihak 02.Itu yang menyebabkan suaranya menjadi naik signifikan,” ujarnya.

Berdampak pada Pemilih yang Belum Menentukan Pilihan

Pengamat Politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli proses debat capres-cawapres hanya akan memengaruhi pemilih yang belum menentukan pilihan dan pemilih mengambang atau swing voters yang jumlahnya tidak terlalu besar. Debat ini, lanjutnya, akan menentukan langkah selanjutnya bagi mereka.

“Besar pengaruhnya bagi mereka. Pilihannya ketika mereka akan tertarik dengan visi misi, program yang ditawarkan itu, dia akan memilih. Kalau ternyata tidak tertarik dia bisa golput. Pilihannya kan itu. Memilih atau golput,” ungkap Lili seraya menambahkan, bagi pemilih lokal maka debat hanya sekadar menjadi tontotan.

Meskipun demikian Lili menilai debat capres terakhir ini akan menarik perhatian lebih luas karena tema-tema yang diusung terkait pelayanan dasar bagi masyarakat.

Untuk debat terakhir ini, calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan, mengatakan telah mempersiapkan diri agar nanti bisa menjelaskan pertanyaan-pertanyaan yang bakal ditujukan kepada dirinya. Namun yang jelas, tambahnya, ketika seorang kandidat capres atau cawapres masuk ke ruang debat, hal yang ditawarkan ke publik harus didasari pengalaman dan gagasan.

Hal yang sama juga diungkapkan Prabowo Subianto, capres nomor urut dua. Dia menyatakan siap menghadapi debat. Sementara Ganjar Pranowo, capres nomor urut tiga megatakan aspirasi yang didengarkan saat berkunjung maupun berdialog dengan masyarakat akan menjadi bahan dalam debat. [voa/fathiyah wardah]

Jaringan: VOA

Total Views: 645

Pos terkait