JAKARTA – Tiga calon presiden Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo adu strategi untuk meningkatkan harapan hidup dalam debat kelima atau yang terakhir di Jakarta Convention Center (JCC) pada Minggu (4/2/2024) malam, jelang Pemilu Presiden 14 Februari 2024.
Kesehatan merupakan salah satu tema yang dibahas, selain soal kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan inklusi.
Dalam sesi pendalaman visi misi, capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo ditanya soal peringkat harapan hidup Indonesia dalam “World Population Prospect 2022” yang berada di urutan 10 dari 11 negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Ganjar Utamakan Pendekatan Preventif & Promotif
Ganjar Pranowo menggarisbawahi pentingnya pendekatan preventif dan promotif mulai dari pengetahuan masyarakat soal hidup sehat hingga memberikan fasilitas kesehatan ke desa-desa.
“Tadi dalam pembukaan saya sampaikan mesti preventif dan promotif mesti diwujudkan dalam bentuk kepengetahuan kita pada isu kesehatan, minimal untuk kita sendiri, berolahraga, makan sehat, hidup bersih sehat, saya kita itu yang paling baik,” ujar Ganjar.
Meskipun demikian, ia mengakui bahwa angka harapan hidup itu juga dipengaruhi oleh faktor layanan kesehatan hingga hiburan agar masyarakat merasa bahagia. Jika mereka mendapatkan layanan yang baik kata Ganjar, mereka akan senang dan hidupnya akan lebih panjang. Di sini peran penting Posyandu, dasawisma, kelurahan, RT dan RW.
Mantan Gubernur Jawa Tengah ini menjanjikan alokasi wajib anggaran kesehatan sebesar 5-10 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dinilai sebagai salah satu aspek penting dalam meningkatkan angka harapan hidup Indonesia.





