Berbicara dari Yerusalem, Lucia Elmi, perwakilan khusus UNICEF di wilayah Palestina, memperingatkan bahwa kondisi di Jalur Gaza – terutama anak-anak – terus memburuk dengan cepat.
“Anak-anak di Gaza kehabisan waktu, sementara sebagian besar bantuan kemanusiaan yang sangat mereka butuhkan masih terdampar di antara koridor akses yang tidak memadai dan pemeriksaan berlapis yang berlarut-larut,” ujarnya.
“Ribuan anak telah meninggal dan ribuan lainnya akan segera menyusul” jika masalah konflik, penyakit dan kekurangan gizi tidak segera diatasi, tambahnya.
Sebagai ilustrasi, ia mencatat bahwa dalam dua minggu terakhir, jumlah kasus diare pada anak balita meningkat hampir dua kali lipat dari 40.000 menjadi 70.000.
Konflik tersebut, seiring dengan meningkatnya beban akibat penyakit dan semakin parahnya malnutrisi, menyebabkan lebih dari 135.000 anak berisiko mengalami malnutrisi akut yang parah.
“Kombinasi dari ketiga masalah ini ditambah kurangnya air dan sanitasi dalam kaitannya dengan malnutrisi, merupakan salah satu kekhawatiran utama (warga di Gaza) saat ini,” ungkapnya. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam





