Lima Unit Mesin PLTD Siap Beroperasi, Daya Listrik Masih Surplus

Manajer PLN ULP Tanjung Balai Karimun Budimansyah (jurnalterkini.id/jansen)
Manajer PLN ULP Tanjung Balai Karimun Budimansyah (jurnalterkini.id/jansen)

Karimun, JurnalTerkini.id – Lima unit mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) siap beroperasi, sementara daya listrik masih surplus meski mesin unit 2 PLTU Tanjungsebatak masih dalam proses pemeliharaan rutin atau “maintenance outage”.

Mesin Unit 2 PLTU keluar dari sistem jaringan PLN ULP Tanjung Balai Karimun sejak Senin (6/11/2023) dan membutuhkan waktu selama 40 hari, atau sampai 15 Desember mendatang.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, kita tidak melakukan pemadaman untuk pelanggan besar seperti hotel, restoran, supermarket karena cuaca sangat mendukung beberapa hari ini,” terang Manager PLN ULP Tanjungbalai Karimun Budimansyah.

Budimansyah menjelaskan, saat ini beban puncak berkisar 29,4 Megawatt (MW) dengan daya listrik PLN mencapai 31 MW. Artinya, masih ada surplus daya sekitar 1,6 MW ditambah ada 5 unit mesin PLTD Bukit Carok yang siap dioperasikan kapan saja.

Mesin baru PLTD di Bukit Carok milik PLN ULP Tanjung Balai Karimun siap dioperasikan. (dokumentasi pribadi)
Mesin baru PLTD di Bukit Carok milik PLN ULP Tanjung Balai Karimun siap dioperasikan. (dokumentasi pribadi)

“Walaupun, kondisi kelistrikan di Karimun aman. Tapi, saya mengimbau kepada masyarakat agar waspada di musim hujan seperti ini. Gunakan listrik secara bijak,” pesannya.

Sementara ditanya tentang penambahan 10 unit mesin PLTD yang bisa menghasilkan daya 8 MW. Ia
mengatakan, hingga saat ini sudah ada 5 unit mesin yang siap dioperasikan dan 5 unit mesin lagi sedang uji coba.

” Lima unit yang sudah siap, kita standbykan apabila diperlukan nanti. Insyallah, 5 unit lagi siap dioperasikan nanti,” jawabnya.

Sebelumnya, Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karimun Agustyawarman ketika dimintai tanggapannya mengungkapkan, dengan ada penambahan 10 unit mesin di PLTD tidak akan menjamin ketersediaan daya listrik. Sebab, kebutuhan listrik di Karimun cukup tinggi dengan banyaknya pembangunan perumahan.

“Beban yang ditanggung pihak PLN terlalu banyak tidak sesuai dengan mesin pembangkit saat ini. Mengingat, pihak PLN harus melayani kelistrikan di zona 1 dan 2. Sedangkan, operasional kelistrikan untuk wilayah kelistrikan zona 1 yaitu PT Soma Daya Utama (SOMA) dan wilayah zona 2 PT Karimun Power Plant (KPP) tidak kunjung terealisasi,” ucap Awan panggilan akrabnya. (jms)

Jurnalis: Jansen M Silalahi

Editor: Anton Marulam

Total Views: 555

Pos terkait