Memudarnya ketakwaan, bangkitnya sikap zindiq, menyebarnya paham sesat, saling tuding dan bahkan saling menyalahkan dan justru terdapat usaha menyeru kepada permusuhan dan kemaksiatan. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya kemunkaran serta semakin marak dan terang-terangnya berbagai pelanggaran syariah, kekejian, dan kezaliman.
Ulama yang memiliki kapasitas keilmuan dab kemampuan yang mumpuni justru menyeru kepada kehancuran hidup dan keterputusasaan (perasaan putus asa atau “hopeless”) serta jauh dari kebijaksanaan sebagaimana yang diajarkan Rasul dalam Hadits dan dalam al-Qur’an oleh Tuhan.
Kelima, munculnya berbagai makhluk metafisik seperti bebasnya Ya’juj dan Ma’juj dari kungkungan Dzulkarnain terhadap mereka sebelumnya berupa tembok-tembok nan kokoh dari bijih besi yang dipanaskan dan berbuat kerusakan.
Keenam, terjadinya berbagai peristiwa “magic”, misterius, serta supranatural seperti munculnya asap dari belahan bumi dari suatu sumber sebut tempat di Yaman.
Ketujuh, masuk masjid tanpa diawali salat dua raka’at. Fenomena ini kian hari kian marak. Padahal usaha ini sebagai adab saja sejatinya rasional, masuk rumah Tuhan dengan adab dan penuh kesopanan. Namun kenyataannya, seolah sedang memprovokasi penyegeraan kiamat, beberapa oknum jama’ah terkadang secara sengaja langsung mengambil posisi duduk, meski misal jedah atau jarak waktu yang ada relatif panjang.
Kedelapan, terpilihnya para pemimpin yang membawa kerusakan. Faktor utamanya di antaranya adalah ketidakmampuan atau tidak profesional para pemangku terhadap jabatan atau kepemimpinan yang diamanatkan. Namun misirisnya tidak profesional, kurang kompeten, serta sosok tanpa kapasitas tersebut lah yang justru ditampilkan.
Bagaimana mau memimpin orang lain jika terhadap diri masig sering lalai dan lupa, bahkan terkesan secara sengaja mengambil sikap salah (membelok dari kebenaran). Hal ini sulit diterima, sebab tidak senantiasa didapat ruang untuk mendialogkan serta semata didasari alasan atau faktor sentimental dan sepenuhnya tidak rasional merupakan sikap yang harus diluruskan.
Kesembilan, pembahasan poin terakhir ini tentunya dan sudah pasti terkait kemerdekaan Palestina. Kejadian di Palestina belakangan didesas-desuskan sebagai suatu tahapan dari kejadian besar berupa kisah peperangan yang akan dimenangkan umat Islam akhir zaman atas Yahudi.
Sebagaimana disebut penulis dalam artikel lain, berbagai perilaku keji nan biadab oleh tentara Israel di Palestina khususnya yang mengemuka di media adalah mempertegas kebenaran berbagai “nash” atau teks berisi dalil-dalil yang berkaitan dengan tanda akan berakhirnya dunia ini dan mempertegas peran atau posisi bangsa Yahudi yang tersalah terhadap kebenaran yaitu orang Islam.
Ulasan ini diharapkan menjadi bagian memperjelas makna dari berbagai naskah serta keterkaitannya dengan fenomena yang terjadi di dunia sekitar dan penyimpangan oleh berbagai pihak yang cenderung sering kali bersikap seolah dukun, na’udzubillahi min dzalik.”






