Menurut Jaime Martínez-Urtaza, profesor di Departemen Genetika dan Mikrobiologi di Universitas Otonom Barcelona, ada kekhawatiran serius bahwa ini akan menyebabkan semakin banyak infeksi.
“Pemanasan berhubungan dengan rendahnya salinitas karena seringnya curah hujan ekstrem menyebabkan air hujan mengalir ke laut dan salinitas menurun. Kondisi ini menguntungkan bakteri patogen manusia dari genus Vibrio. Vibrio-kolera, contohnya, menyebabkan kolera, sementara Vibrio-parahaemolyticus menyebabkan gastroenteritis,” paparnya.
Laporan Lancet mencatat bahwa ancaman ini sangat tinggi di Eropa, di mana perairan pesisir yang cocok untuk Vibrio telah meningkat 142 km setiap tahunnya.
Studi Lancet mengatakan bahwa dunia saat ini berada pada jalur kenaikan suhu sebesar 2,7°C pada 2100, sehingga kehidupan generasi sekarang dan masa depan berada dalam bahaya.
Laporan Lancet juga menunjukkan bahwa peralihan ke pola makan yang lebih sehat dan rendah karbon dapat mencegah hingga 12 juta kematian akibat pola makan yang buruk setiap tahunnya, sekaligus mengurangi 57% emisi pertanian dari produksi susu dan daging merah. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam





