Studi: Kematian Akibat Cuaca Panas akan Naik 4 Kali Lipat Pertengahan Abad Ini

Kelambanan dunia dalam mengatasi krisis iklim akan menyebabkan peningkatan empat kali lipat kematian terkait cuaca panas. (Foto: Ilustrasi/AP)
Kelambanan dunia dalam mengatasi krisis iklim akan menyebabkan peningkatan empat kali lipat kematian terkait cuaca panas. (Foto: Ilustrasi/AP)

Kelambanan dunia dalam mengatasi krisis iklim akan menyebabkan peningkatan empat kali lipat kematian terkait cuaca panas, kata sebuah studi baru.

Studi baru itu diterbitkan dalam sebuah laporan di jurnal medis Lancet edisi pertengahan November dan melibatkan lebih dari 100 ilmuwan dari berbagai penjuru dunia.

Bacaan Lainnya

Berjudul “Countdown on Climate and Health”, studi itu pada intinya mengevaluasi dampak panas terhadap kelangsungan hidup manusia.

Menurut laporan tersebut, 1.337 ton karbon dioksida masih dihasilkan setiap detiknya dan dunia tidak mengurangi emisi dengan cukup cepat “untuk menjaga bahaya iklim pada tingkat yang dapat diatasi oleh sistem kesehatan.”

Meskipun melibatkan organisasi-organisasi meteorologi dan kesehatan dunia, laporan tersebut menyimpulkan belum ada cukup informasi untuk menunjukkan secara pasti apakah memburuknya bahaya cuaca menyebabkan peningkatan rawat inap.

Namun, penulis utama Dr Marina Romanello dari Universty College London mengatakan peningkatan kematian yang disebabkan oleh gizi buruk, peningkatan infeksi parasit dan penyakit pernafasan terkait langsung dengan iklim yang memanas.

“Kematian akibat panas pada orang dewasa berusia di atas 65 tahun, kelompok usia yang sangat rentan, telah meningkat sebesar 85% sejak tahun sembilan puluhan,” kata Romanello.

“Dan kita sekarang tahu bahwa lebih dari separuh peningkatan tersebut tidak akan terjadi jika suhu tidak meningkat sehingga kita tahu bahwa perubahan iklimlah yang menyebabkan semua ini terjadi saat ini. Kita juga melihat kerawanan pangan sedang meningkat. Kekurangan gizi memiliki dampak permanen terutama pada anak-anak,” lanjutnya.

Konferensi iklim (COP), yang akan berlangsung pada akhir November akan mendedikasikan satu hari untuk membahas upaya-upaya mengatasi dampak perubahan iklim terhadap kesehatan.

Spanyol merupakan salah satu negara di Eropa Selatan yang paling terkena dampak gelombang panas tahun ini.

Para peneliti Spanyol mengatakan sudah waktunya untuk mengembangkan solusi praktis.

Mereka mengatakan meningkatnya kerusakan akibat cuaca ekstrem membahayakan keamanan air dan produksi pangan.

Baca jurnal berita jagat lainnya: Eropa Selatan Dilanda Gelombang Panas

Total Views: 395

Pos terkait