Ciri khas Melayu
“Pandopo ini jangan hanya menunjukkan ciri khas Jawa, jadi kami juga ingin ada ciri khas Melayu-nya karena kita berada di tanah Melayu, kemudian karena mayoritas warga Among Mitro beragama Islam kita juga menampilkan ciri khas Islam di pandopo ini,” Jelasnya.
Wiryanto mengungkapkan, untuk membeli lahan berukuran 17 x 50 meter untuk pembangunan pandopo tersebut pengadaannya berasal dari DPC Kundur dan sumbangan para donatur.
Sedangkan untuk bangunan pandopo menggunakan APBD Provinsi Kepulauan Riau.
“Lahan itu pengadaanya langsung oleh DPC Kundur yang dibarengi dengan donatur-donatur, sedangkan pembangunan melalui APBD provinsi berjumlah Rp885 juta lebih,” Ungkapnya.
Sambung Wiryanto, ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) atas pembangunan pandopo tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah provinsi atas dukungannya untuk pembangunan pandopo Among Mitro di DPC Kundur ini,” ujarnya lagi.
Sementara itu, Plt Gubernur Kepri Idianto menyampaikan harapannya kepada seluruh warga Among Mitro di Kabupaten Karimun.
Ia mengharapkan adanya pandopo tersebut nantinya dapat digunakan untuk melestarikan budaya-budaya Jawa .
“Among Mitro adalah paguyuban, maka warganya harus guyub, harus kompak untuk memanfaatkan pandopo ini untuk menampilkan sekaligus melestarikan budaya-budaya jawa yang kita ketahui sangat berpotensi punah karena pengaruh zaman yang begitu canggih saat ini,” kata Isdianto.
Senada dengan Plt Gubernur Kepri, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengharapkan adanya pandopo ini dapat meningkatkan tali silaturahmi antarwarga Jawa di Kabupaten Karimun.
“Saya ucapkan terimakasih kepada bapak Plt Gubernur yang sudah datang kemari untuk meletakkan baru pertama pembangunan pandopo ini, semoga adanya pandopo dapat meningkatkan tali silaturahmi warga Jawa di Kabupaten Karimun, khususnya di DPC Kundur,” ucap Rafiq. (yra)





