‘Tidak Sulit’
“Spesies tanaman terancam punah karena sejumlah alasan, karena perubahan iklim, penyakit baru, spesies eksotik, tapi utamanya karena perubahan penggunaan lahan dan semakin banyak yang dikarenakan perubahan iklim,” kata Dickie.
“Sebagian tanaman akan beradaptasi, sedangkan lainnya tidak. Setidaknya mereka disimpan di sini daripada tidak ada sama sekali,” tambahnya.
Wakehurst menerima benih baru dari seluruh dunia setiap minggu sebelum proses penyimpanan dilakukan.
Proses itu “didasarkan pada teknologi yang sudah digunakan selama ini untuk spesies tanaman pangan,” kata Dickie.
“Tidak sulit. Keringkan, bekukan. Hanya proses kimia biasa,” tambahnya. Ia menambahkan, setelah membeku, benih itu dapat disimpan selama puluhan tahun, bahkan mungkin berabad-abad.
Tim Dickie yang beranggotakan sekitar 20 peneliti dan sejumlah sukarelawan bekerja di dalam laboratorium berdinding kaca yang dapat disaksikan oleh masyarakat dari luar.
Lucy Taylor sedang menangani benih Albizia Polyphylla, yang baru saja tiba dari Madagaskar.
“Madagaskar itu tempat yang sangat menarik bagi kami. Ia terpisah dari Afrika, ada tanaman yang unik di sana, dan juga terdapat banyak tekanan di daratan,” ungkapnya.
Salah satu tugasnya adalah memisahkan benih yang kosong dari yang lainnya.
Penyesalan di Iran
“Banyak di antara benih-benih itu kosong atau justru dipenuhi serangga atau sejenis penyakit, sehingga penting bagi kami untuk membersihkan sebanyak mungkin,” jelas Taylor.
“Kami ingin memiliki koleksi berkualitas terbaik sebisa mungkin, tapi ruang yang tersedia di gudang kami juga terbatas.”
Benih-benih itu dirontgen untuk memastikan ada-tidaknya penyakit dan masing-masing diberi kartu identitas, dilengkapi nama tanaman, asal negara dan tanggal kedatangan di MSB.
Benih-benih itu lantas disimpan di dalam stoples kaca sebelum para ilmuwan – yang berpakaian layaknya penjelajah Arktik – membawanya ke gudang bawah tanah bersuhu minus 20 derajat Celcius. Gudang itu dibangun untuk tahan banjir, pemboman dan radiasi.
Koleksi benih terbanyak berasal dari keluarga anggrek.
Namun juga ada tanaman langka, seperti teratai terkecil di dunia dan Deschampsia Antartika, salah satu dari dua tumbuhan berbunga asli benua beku itu.
MSB, yang menerima dana dan sumbangan masyarakat, bermitra dengan 90 negara.
Beberapa di antaranya, seperti Indonesia, menolak membagikan benih kepada MSB, namun tetap menyimpannya di dalam negeri dan bertanggung jawab atas konservasi mereka.
Meski demikian, beberapa negara lain tampak di luar jangkauan. Salah satu dari sedikit penyesalan Dickie adalah tidak adanya kemitraan yang ia jalin dengan Iran. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam





