Pidato Bung Karno di Markas PBB 73 Tahun Lalu Diakui Dunia

Plt Kepala ANRI Imam Gunarto (kanan) bersama doktor bidang geopolitik Hasto Kristiyanto di Jakarta, Sabtu (30/9/2023). (ANRI)
Plt Kepala ANRI Imam Gunarto (kanan) bersama doktor bidang geopolitik Hasto Kristiyanto di Jakarta, Sabtu (30/9/2023). (ANRI)

Dalam awal pernyataannya, Nehru mengatakan tentang rancangan resolusi PBB di dalam dokumen A/4522, yang substansinya telah dipaparkan dan diuraikan oleh Bung Karno. Rancangan resolusi tersebut diinisiasi/disponsori oleh Ghana, India, Indonesia, Mesir dan Yugoslavia.

Pernyataan Nehru itu menggambarkan Bung Karno diakui sebagai pemimpin dan juru bicara para tokoh besar tersebut. Merekalah dikenal kemudian pendiri Gerakan Non Blok.

Bacaan Lainnya

“Arsip pidato Bung Karno di PBB tersebut, 63 tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 24 Mei 2023 diakui sebagai Memory of the World UNESCO,” kata Imam.

Dalam pidato Bung Karno diungkapkan secara jelas dan rinci tentang Pancasila sebagai ideologi yang mampu mengatasi kebuntuan ideologi barat (kapitalis dan materialis) dan ideologi blok timur (sosialis dan komunis).

“Pancasila ditawarkan menjadi instrumen geopolitik yang menyatukan dunia, berasal dari bumi Nusantara,” ucapnya.

Hasto Kristiyanto yang juga dikenal sebagai doktor di bidang geopolitik itu, menyampaikan paparannya dan harapannya atas pidato Bung Karno itu bagi bangsa Indonesia, termasuk bagi kalangan muda mahasiswa yang ikut menjadi peserta pada peringatan tersebut. (siberindo)

Editor: Anton Marulam

Total Views: 328

Pos terkait