Komnas HAM Temukan Dugaan Pelanggaran HAM dalam Kasus Rempang

Warga melempari polisi dengan batu saat unjuk rasa memprotes rencana pemerintah untuk mengembangkan Pulau Rempang menjadi zona ekonomi yang didanai China, Batam, Kepulauan Riau, 11 September 2023. (Foto: Andaru/AFP)
Warga melempari polisi dengan batu saat unjuk rasa memprotes rencana pemerintah untuk mengembangkan Pulau Rempang menjadi zona ekonomi yang didanai China, Batam, Kepulauan Riau, 11 September 2023. (Foto: Andaru/AFP)

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengharapkan rencana investasi dari produsen kaca asal Tiongkok, Xinyi Group, tidak batal dan beralih ke negara lain karena adanya konflik di Rempang.

“Ndak, kita harapkan janganlah. Dulu kan kekonyolan kita juga, (makanya investasi asing) lain ke tempat lain. Kita sendiri juga harus introspeksi, apa yang salah. Kita ndak boleh juga malu-malu. Kalau kita ada salah ya kita perbaiki,” katanya.

Bacaan Lainnya

Dia mengakui pendekatan pemerintah terhadap masyarakat Rempang mungkin kurang tepat. Karena itu, pemerintah akan mulai menurunkan tensi ketegangan di Rempang.

Luhut menambahkan tim dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi telah dikirim ke Rempang untuk memberitahu masyarakat lokasi relokasi yang akan dilengkapi berbagai fasilitas umum.

Xinyi adalah perusahaan kaca terbesar sejagat yang menguasai 20 persen pasar kaca di dunia. Perusahaan ini telah berkomitmen membangun pabrik kaca terbesar di dunia setelah Tiongkok.

Xinyi Group berencana membangun ekosistem hilirisasi pasir kuarsa atau silika di Rempang senilai 11,6 miliar dollar AS. Ini merupakan investasi kedua Xinyi di Indonesia setelah membangun tahap pertama untuk basis manufaktur kaca komprehensif berskala besar di Gresik tahun lalu senilai 700 juta dollar AS.

Menurut Luhut, realisasi investasi Xinyi akan membuka lapangan pekerjaan, alih teknologi, mendorong peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam produksi photovoltaic (PV), panel surya, dan semikonduktor. Luhut menolak tuntutan untuk mencabut status proyek strategis nasional di Rempang. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam

Total Views: 527

Pos terkait