Apakah Impor Beras Diperlukan?
Ketua Umum Gerakan Petani Nusantara (GPN), Suryo Wiyono mengatakan, dengan fenomena El Nino atau musim kemarau yang lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya, impor beras merupakan satu pilihan yang bijak. Ia sendiri sudah melihat bahwa rata-rata penurunan produksi padi di tanah air sudah mencapai tujuh persen.
“Memang kemarau panjang tahun ini sedang terjadi, sehingga banyak tanaman kekurangan air dan secara keseluruhan produksi turun. Jadi kalau dalam situasi seperti ini, mau tidak mau, impor itu sesuatu yang perlu dilakukan,” kata Suryo.
Pembicaraan dengan sejumlah Kepala negara dan Kepala pemerintahan sudah dilakukan oleh Jokowi terkait pengadaan impor beras tahun depan. (Biro Setpres)
Pembicaraan dengan sejumlah Kepala negara dan Kepala pemerintahan sudah dilakukan oleh Jokowi terkait pengadaan impor beras tahun depan. (Biro Setpres)
Meski begitu, dampak El Nino tersebut sebenarnya bisa diminimalisir sehingga penurunan produksi padi tidak akan terlalu anjlok, apalagi musim kemarau ini merupakan sesuatu yang bisa diprediksi oleh BMKG.
Suryo memaparkan, peningkatan literasi perubahan iklim seperti kekeringan dan banjir kepada para petani sangat penting. Dengan begitu, katanya petani bisa mengetahui jenis varietas padi mana saja yang cocok untuk ditanam di musim kemarau panjang. Teknologi yang digunakan pun tidak kalah penting agar hasil panen yang diperoleh kelak bisa maksimal.
“Literasi petani terhadap iklim. Petani itu sangat perlu pendidikan yang sejati. karena ujungnya pertanian ini manusia. Lalu bagaimana teknologi (yang digunakan) dan antisipasi diterapkan. Kelembagaan di pemerintah, dan kebijakan yang mendukung itu juga perlu, sehingga akan sangat kecil dampaknya,” tambahnya. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam






