Kadar Gula Darah Juga Berisiko Sakit Jantung

Seorang petugas memeriksa kadar gula darah seorang warga di sebuah laboratorium di Jakarta (foto: ilustrasi).
Seorang petugas memeriksa kadar gula darah seorang warga di sebuah laboratorium di Jakarta (foto: ilustrasi).

Bagi perempuan, hasilnya jauh lebih buruk. Mereka yang tidak menderita diabetes tetapi kadar gula darahnya tinggi, 50% lebih berisiko sakit jantung. Pada mereka yang telah mengidap diabetes, risikonya naik hingga 100%.

Menurut Rentsch, para peneliti juga mendapati bahwa perempuan lebih sedikit kemungkinannya mendapatkan obat resep, seperti statin, sebagai tindakan pencegahan.

Bacaan Lainnya

Menurut Rentsch, penelitian itu juga menunjukkan perempuan di Inggris perlu lebih waspada mengenai bahaya obesitas terhadap penyakit selain diabetes dan para dokter perlu bersikap lebih proaktif dalam meresepkan obat.

Ia menjelaskan, “Kami mendapati ada empat faktor yang menjelaskan variasi terbesar antara lelaki dan perempuan dalam kaitan antara gula darah dan penyakit jantung.”

Dua yang pertama, kata Rentsch, adalah pengukur obesitas, yakni indeks massa tubah, dan rasio lingkar pinggang-pinggul. Dua lainnya adalah penggunaan obat preventif seperti statin dan obat antihipertensi.

Dalam sampel penelitian itu didapati bahwa perempuan dengan berbagai kadar gula darah ternyata lebih obese dan memiliki rasio lingkar pinggang-pinggul yang lebih besar daripada lelaki. Sementara itu, penggunaan obat-obat preventif lebih rendah pada perempuan di semua level gula darah. ar.”

Rentsch mengatakan penelitian menunjukkan bahwa kadar gula darah yang sekarang ini dianggap rendah belum tentu melindungi diri dari penyakit jantung. Karena itu, jelas Rentsch, tahap penelitian berikutnya adalah mempelajari bagaimana kadar gula darah dapat mempengaruhi risiko sakit jantung. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam

Total Views: 381

Pos terkait