“Keberadaaan kementerian agama memperkuat bangunan ideologi negara. Dan, sebagai negara berketuhanan yang maha esa wajib melindungi rakyatnya dalam beragama. Sesuai dengan norma-norma dalam konstitusi,”.
Karimun (Jurnal) – Bupati Karimun, Provinsi Kepulauan Riau Nurdin Basirun mengatakan, peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama merupakan momentum untuk memperkuat ideologi bangsa berlandaskan agama.
Nurdin mengatakan itu saat menjadi inspektur upacara sekaligus menyampaikan pidato Menteri Agama RI Suryadharma Ali dalam upacara Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke-68 di halaman Kantor Bupati Karimun, Jumat (3/1).
Turut hadir dalam dalam upacara itu Wakil Bupati H Aunur Rafiq, Ketua DPRD Raja Bakhtiar, Kajari Karimun Supratman Khalik, unsur FKPD dan unsur SKPD, jumat.
“Keberadaaan kementerian agama memperkuat bangunan ideologi negara. Dan, sebagai negara berketuhanan yang maha esa wajib melindungi rakyatnya dalam beragama. Sesuai dengan norma-norma dalam konstitusi,” kata dia.
HAB Kemenag merupakan momentum terbaik yang mengingatkan bangsa Indonesia tentang posisi strategis pembangunan kehidupan beragama dalam NKRI.
Dalam kesempatan memperingati HAB Kemenag 2014 yang merupakan tahun terakhir kabinet Indonesia Bersatu II, mengajak seluruh jajaran Kemenag untuk terus menghidupkan, menjaga dan menghayati “ruh kementerian agama”.
“Saya juga memberikan penghargaan atas kerja keras, karya dan dedikasi seluruh jajaran kementerian agama disemua unit organisasi dan satuan kerja pusat dan daerah.”
Dalam penyelenggaraan fungsi pendidikan agama dan keagamaan, terobosan dan kemajuan yang dihasilkan cukup signifikan.
Lembaga pendidikan yang dikelola Kemenag dari tingkat raudathul athfal, ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah sampai ke perguruan tinggi berada dalam kondisi sejajar dengan lembaga pendidikan umum. Baik dari segi kapasitas tenaga pengajar, prestasi siswa dan mahasiswa maupun sarana dan prasarana pendidikan yang tersedia.
Kemajuan lain yang layak dibanggakan ialah pengembangan dan perubahan status beberapa sekolah tinggi, institut dan universitas islam negeri dan pendidikan tinggi agama lainnya.
Selain itu peran dan andil kementerian agama dalam mendorong dan memfasilitasi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan dilakukan antara lain melalui penyempurnaan regulasi dan penataan lembaga pengelola zakat, wakaf dan pengelolaan dana haji secara profesional dan akuntabel.
Dalam pembinaan kerukunan intern dan antar umat beragama, kementerian agama melakukan langkah strategis, yaitu membudayakan kerukunan dengan pendekatan sosiologis dan kultural.
Dalam tata kelola organisasi dan sumberdaya manusia (SDM), Kemenag telah menjalankan reformasi birokrasi menuju terwujudnya tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance), dengan melakukan perbaikan sistem, mengefektifkan pengendalian internal serta melakukan assesment sumber daya manusia, sehingga terdapat keseimbangan yang ideal antara kompetensi pegawai dan beban tugas menuju standar remunerasi.
Pada aspek tata kelola keuangan dan pelaksanaan anggaran, sejak beberapa tahun terakhir kita mampu meraih dan mempertahankan predikat hasil audit BPK dengan opini wajar tanpa pengecualian (WTP).
Kemenag juga telah mencanangkan zona integritas dan wilayah bebas korupsi. Dimana dalam hal ini saya minta menjadi gerakan massif yang dilaksanakan secara konsisten disemau satuan kerja pusat, daerah dan perguruan tinggi.
Dalam kesempatan ini saya mengingatkan kepada seluruh pegawai kementerian agama, pada posisi dan jabatan apapun kita semua wajib menciptakan birokrasi yang bersih serta bekerja dengan jujur, cerdas dan ikhlas. Perlu saya tekankan,bahwa lingkungan kerja kementerian agama harus bersih dari ego sektoral dan hegemoni golongan. karena hal ini dapat merusak sistem birokrasi yang netral dan profesional.
Di akhir sambutan pidato Menteri Agama, Bupati Nurdin Basirun mengatakan, dimana kegiatan keagamaan sebentar lagi kita mendapat kepercayaan yang cukup besar yaitu MTQ dari masyarakat Kepri dan diharapkan dapat didukung oleh semua pihak dan tidak kalah pentingnya menjaga kebersihan dan lingkungan kebersamaan.
“Mudah-mudahan kita menjadi tuan rumah yang baik, tuan rumah yang sukses, ini adalah bagian dari bawah, bagian daripada komunikasi, penyampaian pesan-pesan agama,” ungkap Nurdin. (edy)





