Karimun (Jurnal) – Bupati Karimun Nurdin Basirun menginstruksikan segenap instansi terkait didukung masyarakat memberantas penyakit masyarakat seperti praktik prostitusi, perbuatan mesum yang dapat mengganggu ketertiban umum.
“Satpol-PP harus menjadikan hasil rapat ini sebagai catatan, jalin kerja sama dengan polisi untuk memberantas penyakit masyarakat,” kata Nurdin Basirun ketika memimpin rapat pengentasan penyakit masyarakat di ruang rapat Kantor Bupati Karimun, Jumat.
Rapat tersebut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat, satuan kerja perangkat daerah seperti Satpol-PP, Badan Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Perhubungan, pengadilan agama, pengadilan negeri dan kepolisian.
Menurut Nurdin, penyakit masyarakat merupakan masalah sosial yang tidak hanya terjadi di Karimun, tetapi menjadi persoalan di seluruh daerah.
“Untuk memberantasnya memang sulit, tapi harus diperkecil. Caranya tidak harus dengan cara keras, tapi dengan pendekatan,” katanya.
Nurdin mengharapkan berbagai penyakit masyarakat dapat diantisipasi menjelang MTQ provinsi yang pada 2014 dilaksanakan di Tanjung Balai Karimun.
Dalam rapat tersebut, ia mengapresiasi masukan dari tokoh masyarakat terkait maraknya penyakit masyarakat di tempat umum, terutama di Coastal Area dan hotel atau wisma.
Ia berharap, Satpol-PP dan kepolisian berkoordinasi untuk menegakkan aturan guna memperkecil penyakit masyarakat.
“Apa yang disampaikan dalam rapat ini menjadi masukan berharga bagi kami,” katanya dalam rapat yang dibuka oleh Sekda TS Arif Fadillah tersebut.
Dalam kesempatan itu, beberapa tokoh masyarakat menyampaikan bahwa perbuatan mesum kerap berlangsung di Coastal Area.
Mereka meminta pos Satpol-PP didirikan di kawasan tersebut guna mencegah penyakit masyarakat tersebut.
Sementara itu, Wakapolres Karimun Kompol Hari Purnomo menyatakan dukungannya atas langkah pemerintah daerah untuk memberantas penyakit masyarakat.
“Personel kami selalu siap dalam membantu Satpol-PP untuk memberantas penyakit masyarakat,” ucap Wakapolres. (rdi)





