Komisi II DPRD Sidak SPBE Pertama di Karimun, Kelistrikan Jadi Kendala

Ketua Komisi II DPRD Karimun Raja Rafiza (3 kanan) bersama anggota dan manajemen SPBE berfoto bersama di sela-sela peninjauannya di SPBE tersebut, Senin (17/7/2023). (JurnalTerkini.id/Yogi)
Ketua Komisi II DPRD Karimun Raja Rafiza (3 kanan) bersama anggota dan manajemen SPBE berfoto bersama di sela-sela peninjauannya di SPBE tersebut, Senin (17/7/2023). (JurnalTerkini.id/Yogi)

Legislator Golkar ini menjelaskan bahwa kehadiran SPBE memberikan banyak dampak positif kepada masyarakat, khususnya berkaitan terhadap harga dan pasokan gas elpiji.

Menurutnya, harga gas elpiji akan jauh lebih murah berkat adanya SPBE di Karimun karena sudah tidak perlu lagi dikirim dari Terminal BBM Pertamina di Tanjunguban, Bintan.

Bacaan Lainnya

“Tentu banyak dampak positifnya, seperti harga gas elpiji 3 kilogram yang harganya akan jauh lebih murah. Jika sekarang diharga Rp25 ribu karena dari Tanjunguban Bintan, maka harganya bisa dibawah itu berkat adanya SPBE di Karimun,” jelas Rafiza.

Ia juga meyakini beroperasinya SPBE akan mengatasi persoalan kebutuhan gas elpiji bagi masyarakat Kabupaten Karimun.

Mengingat setahun belakangan sempat terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di wilayah Karimun.

“Dari pengelola SPBE menyampaikan nantinya bisa mencapai 50 ribu kiloliter, sementara saat ini pasokan gas elpiji hanya 25 ribu kiloliter. Tentu jumlah ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Karimun nantinya,” ucapnya.

Diketahui, SPBE Sememal Karimun dikelola oleh perusahaan swasta yakni PT Palu Gada Karimun Sejahtera. (yra)

Editor: Putri Permata Sari

Total Views: 519

Pos terkait