Perangkat tersebut seukuran dengan koin besar dan dirancang untuk ditanamkan di tengkorak, dengan kabel ultra tipis yang langsung masuk ke otak. Musk mengatakan dua aplikasi pertama pada manusia adalah untuk mencoba memulihkan penglihatan dan mencoba membantu orang dengan sedikit atau tanpa kemampuan untuk mengoperasikan otot mereka dengan cepat menggunakan perangkat digital.
Dia juga membayangkan bahwa sinyal dari otak dapat dijembatani ke perangkat Neuralink di sumsum tulang belakang untuk seseorang yang mengalami patah leher.
Setelah Musk mempresentasikan perangkat tersebut pada akhir tahun lalu, Rajesh Rao, salah satu Direktur Pusat Neuroteknologi di Universitas Washington mengatakan menurutnya Neuralink tidak lebih maju dibandingkan tim lain dalam hal pencapaian antarmuka otak-komputer (brain-computer interface/BCI). Namun ia mengakui Neuralink “cukup maju” dalam hal perangkat keras di dalam perangkat.
Belum jelas seberapa baik perangkat tersebut akan berfungsi, atau seberapa aman. Antarmuka Neuralink dianggap sebagai “perangkat investigasi” pada saat ini, dan uji klinis dirancang untuk mengumpulkan data tentang keamanan dan efektivitas.
Neuralink pada minggu ini mencuit bahwa pihaknya belum merekrut peserta untuk penelitian tersebut dan akan segera memberikan informasi lebih lanjut. [voa]
Jaringan: VOA





