Sementara, penggunaannya hanya selama satu pekan, mulai dari pembukaan hingga penutupan STQH X tingkat Provinsi Kepri.
Masyarakat menginginkan anggaran yang dikeluarkan benar-benar sepadan dengan output yang dihasilkan dalam perhelatan rutin itu, tentunya STQH itu harus melahirkan qori dan qoriah berbakat yang siap diutus ke tingkat nasional.

Jadi tidak hanya menjadi kegiatan rutinitas belaka yang menghambur-hamburkan uang rakyat, tetapi mewujudkan STQH yang berkualitas melalui dewan hakim yang profesional. Siapapun yang tampil sebagai juara, maka pantas menyandangnya sesuai dengan kemampuannya.
Membangun sumber daya manusia itu mahal, butuh anggaran miliaran, apalagi jika ditambahkan dengan biaya pengadaan tenda dan perlengkapan pendukung STQH lainnya. (Editorial)





