Presenter Berita Virtual Kecerdasan Buatan Hadir di Tanah Air, Masyarakat Siap?

Penampakan presenter berita virtual tvOne.ai, (kiri ke kanan) Sasya, Nadira, dan Bhoomi.
Penampakan presenter berita virtual tvOne.ai, (kiri ke kanan) Sasya, Nadira, dan Bhoomi.

What’s next?

Peluncuran presenter berita virtual tvOne.ai tersebut menuai berbagai respons warganet.

“Semua komentar kami lihat,” aku penasihat AI media tvOne.ai Apni Jaya Putra.

Bacaan Lainnya

Apni lalu menunjukkan rencana tvOne.ai ke depan: presenter virtual berbicara bahasa asing dan daerah hingga yang berjenis kelamin pria. Sang presenter – yang sejauh ini hanya punya gerakan wajah – juga akan segera punya gestur tubuh.

“Ada gak yang sudah punya emosi? Ada, tapi kita belum keluarkan. Tangannya (nanti) akan bergerak semua.”

Meski diluncurkan lewat siaran program televisi terestrial, Taufan mengaku akan lebih fokus mendistribusikan konten presenter virtual ini ke platform digital dan media sosial – tempat yang didominasi generasi muda.

“Kami masih ada tvOne (sebagai stasiun) TV, nah, nanti mungkin ada interaksi antara avatar dan presenter asli, atau antara avatar dengan bintang tamu, seperti Pak Menteri ini, Bu Menteri ini,” jelas Taufan.

‘Jurnalis jadi tergusur’?

Di dunia, presenter berita virtual ini bukan ‘barang baru’. Indonesia mengikuti jejak negara-negara yang sudah terlebih dulu punya presenter berita virtual.

Di Tiongkok, kantor berita Xinhua meluncurkan presenter virtual berbasis AI pertamanya – juga pertama di dunia – yang meniru presenter aslinya, pada November 2018 silam. Teranyar, ada pula India Today dengan presenter virtualnya “Sana”, juga Kuwait News dengan “Fedha”, yang sama-sama diperkenalkan tahun ini.

Kehadiran presenter berita virtual ini, bagaimana pun, disebut Taufan tak akan gantikan sepenuhnya peran presenter berita tvOne yang asli. Penyajian konten tvOne.ai dalam bahasa Indonesia pun, disebutnya, akan terus menggandeng presenter asli.

“Ada dorongan dari tim kami, ‘Udah, (penyajian) presenter (virtual)nya sepenuhnya dengan AI aja,’’” kata Taufan, meniru obrolan dalam tim. “Saya bilang, ‘Jangan, nanti kita edukasinya malah gak tepat tuh.’”

Seiring menjamurnya presenter ‘maya’ ini, jurnalis Aiman Witjaksono menyambutnya secara positif.

“Ini bagus sekali,” kata Pemimpin Redaksi MNC News itu kepada VOA, “Untuk menambah khazanah penyiaran di tanah air.”

Namun, ia menggarisbawahi perbedaan presenter virtual sebagai ‘pembaca’ berita, berbeda dengan presenter manusia – jurnalis – sebagai ‘pembawa’ berita.

“Soal rasa dan nurani, (jurnalis) tidak akan pernah tergantikan,” tutupnya.

Senada dengan Aiman, presenter berita KompasTV Frisca Clarissa lalu menekankan emosi ‘datar’ presenter virtual sebagai letak pembeda audiens dalam menyukai presenter manusia.

Belum lagi, menurutnya, rutinitas jurnalistik yang kompleks beserta kode etiknya di Indonesia.

“AI itu bisa mewarnai televisi, mewarnai kerja-kerja jurnalistik,” tutur jurnalis Kepresidenan itu. “Tapi tidak bisa menggantikan peran manusia, termasuk presenter berita.”

Total Views: 805

Pos terkait