Tidak Akan Tambah Pasukan
Meskipun telah meningkatkan status operasi siaga tempur. Namun TNI mengklaim tidak akan melakukan penambahan pasukan di Papua. TNI hanya akan melakukan rotasi pasukan terkait dengan situasi keamanan di Papua.
“Tidak ada. Saya kira tidak ada penambahan pasukan. Pasukan yang ada ini adalah rotasi. Pasukan ini yang termasuk sudah hampir setahun bertugas. Tentunya ini akan kami tarik dan rotasi pasukan yang baru,” ungkap Yudo.
Lebih jauh Yudo mengatakan operasi penyelamatan pilot Susi Air itu melibatkan 36 prajurit. Hingga laporan ini disampaikan, satu personil TNI diketahui gugur akibat serangan KKB akhir pekan lalu, yaitu Pratu Miftahul Arifin. Sementara itu empat prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka karena ditembak dan jatuh saat berupaya menyelamatkan Miftahul Arifin, yang jatuh ke jurang setelah ditembak KKB.
“Ada tiga yang luka tembak dan satu luka karena terpeleset. Alhamdulillah kondisinya mereka sehat semuanya. Mereka masih sadar. Mudah-mudahan bisa pulih kembali,” jelas Yudo, seraya menambahkan empat personi lainnya masih belum diketahui keberadaannya.
“Yang belum terkonfirmasi sampai saat ini ada 4 personel. Saat ini masih kami cari, situasinya seperti itu. Saat ini kami konsentrasi untuk evakuasi yang meninggal. Karena yang meninggal terjatuh di jurang makanya kami usahakan untuk evakuasi,” ucap Yudo.
Selanjutnya TNI akan melakukan evaluasi terkait dengan operasi penyelamatan pilot Susi Air yang disandera KKB sejak Februari 2023. “Dengan adanya seperti ini nanti akan menjadi evaluasi semuanya. Saya tidak bisa menentukan hari ini,” tandas Yudo.





