Broto menilai polemik kehadiran tim nasional Israel ke Indonesia itu lebih dikarenakan mulai menghangatnya situasi politik menjelang pilpres pada Februari 2024. Isu Palestina, ujarnya, selalu dipakai sebagai komoditas politik dalam negeri.
Selain kedua gubernur dan sejumlah organisasi kemasyarakatan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) juga telah secara terang-terangan menolak kedatangan timnas Israel. Ketua DPP PDI-P Bidang Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan, Hamka Haq, mengatakan mengambil langkah itu sesuai prinsip Sukarno, presiden pertama Indonesia.
“Bahwa Bung Karno tidak akan mengakui negara Israel sebelum memerdekakan Palestina. Sampai sekarang prinsip itu dipegang oleh negara kita, termasuk oleh masyarakat luas, khususnya umat Islam. Oleh karena itu, penolakan berdasarkan sejarah kita sendiri, tidak melanggar konstitusi, tidak melanggar prinsip,” ujar Hamka.
Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang juga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir semula enggan mengomentari penolakan dari banyak pihak atas rencana partisipasi tim nasional Israel dalam Piala Dunia U-20.
“Sudah disampaikan beberapa kali, tupoksi PSSI ini mempersiapan tim nasional, mempersiapkan secara teknis daripada penyelenggaraan (Piala Dunia U20). Tentu domain daripada politik luar negeri Indonesia ada di Kemenlu,” ujar Erick.
Dia mengatakan bahwa hal itu sudah diputuskan dalam rapat koordinasi antar-kementerian dan lembaga terkait pelaksanaan Piala Dunia U20. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Rusdianto





