Persoalan data pemilih, menurut dia, merupakan persoalan klasik sebab setiap penyelenggaraan pemilu terdapat permasalahan. Pada Pemilu 2019, kata dia, terjadi beberapa kali perbaikan data pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Untuk itu, kata dia, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu keakuratan data pemilih.
“Dengan peran aktif masyarakat sangat membantu dalam mewujudkan Pemilu yang berkualitas dengan tingginya partisipasi pemilih. Satu suara sangat menentukan demokrasi di negara yang kita cintai ini,” ucap Tiur, sapaannya sehari-hari.
Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Eko Purwandoko menyebutkan sekitar 800 Pantarlih mulai melakukan coklit pemilih ke rumah-rumah.
Pantarlih direkrut Panitia Pemungutan Suara (POS), satu pantarlih untuk satu TPS. Mereka akan mencocokkan dan meneliti data pemilih sebanyak 191.377 dengan data lapangan. (rdi/tri)
Editor: Putri Permata Sari





