Pemeliharaan Mesin PLTU, Warga Karimun ‘Dihantui’ Potensi Pemadaman Listrik Bergilir

Kantor PLN ULP Tanjung Balai Karimun di Jalan Pertambangan (JurnalTerkini.id/yogi)
Kantor PLN ULP Tanjung Balai Karimun di Jalan Pertambangan (JurnalTerkini.id/yogi)

Karimun,JurnalTerkini.id – Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sei Batak Karimun, Kepulauan Riau akan melakukan pemeliharaan periodik Mean Inspection (ME+) selama 35 hari kedepan.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Manager PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjung Balai Karimun, Hendrico, Sabtu (14/1/2023).

Pemeliharaan unit mesin 1 itu, akan berlangsung mulai dari 17 Januari 2023 sampai 20 Februari 2023.

“Mesin unit 1 di PLTU masuk jadwal periodik dan harus keluar dari sistem kelistrikan Tanjungbalai Karimun, estimasi selama 35 hari,” ujar Hendrico.

Hendrico mengatakan, atas kondisi itu sistem kelistrikan di Tanjungbalai Karimun akan mengalami defisit atau kekurangan daya.

“Saat ini daya mampu di Karimun 32 Megawatt (MW), beban puncak bulan ini sekitar 27-29 MW. Sementara daya mampu hanya tinggal sekitar 28 MW jika pemeliharaan mesin unit 1 dimulai nantinya,” katanya.

Dengan kondisi daya mampu tersebut, pelanggan PLN Tanjungbalai Karimun juga diperkirakan akan kembali mengalami pemadaman listrik bergilir selama masa pemeliharaan mesin.

“Jika beban puncak diatas 28 MW, maka tidak akan cukup dan terpaksa dilakukan pemadaman,” kata Hendrico.

Total Views: 566

Pos terkait