Miris, Bocah di Inhil Jadi Korban Kejahatan Asusila oleh OTK

Ilustrasi (kompas.com)

Tembilahan, JurnalTerkini.id – Seorang bocah kelas 6 SD (Sekolah Dasar) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau, diduga menjadi korban penculikan dan mendapatkan perlakuan kejahatan asusila oleh orang tidak dikenal (OTK).

Paman korban inisial M. mengatakan bahwa, pertama yang mengetahui korban sudah tidak ada di rumah adalah ibu korban, yang berbaring bersamanya di rumah neneknya.

Bacaan Lainnya

“Yang pertama tau itu mamaknya, bangun tidur merasa anak tak ada di samping bangun lalu dicari dalam rumah, sekeliling rumah dari depan sampai belakang tidak ada, dicurigai oleh orang tuanya mungkin anak ini jatuh ke parit, karena di belakang rumah parit, dan setelah dicari-cari tetap tak ada,” kata M saat diwawancarai wartawan, di depan ruangan Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan, Jalan Veteran Tembilahan akhir pekan lalu.

M menjelaskan, sekitar setengah jam mencari keponakan (korban, red) didalam dan disekitar rumah, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan sang korban. Dan pada malam itu juga nenek korban meminta bantuan ke M untuk mencari korban.

“Mungkin kurang lebih setengah jam pencarian tadi hasilnya nihil. Nenek korban (mamak saya) menelepon saya tolong carikan anak ini. Kata mamak saya coba carikan di rumahnya, (rumah korban red) mana tau dia ada di sana. Sekitar 50 meter kurang lebih dari rumah neneknya itu, tersorot oleh senter motor saya bahwa anak itu ada di situ (rumah kosong),” katanya lagi.

“Sekitar jam 2.30 WIB lebih kurang, di situ saya pun matikan motor, motor terparkir masih di tengah jalan, saya tak sadar lagi mau ngomong angkat keponakan saya tuh, saya gendong dalam keadaan tanpa busana, dan pada area sensitifnya ada ditemukan bercak darah,” sebut M.

Total Views: 662

Pos terkait