Jokowi: Harga Beras Indonesia Stabil di Tengah Naiknya Harga Pangan Dunia

Seorang porter beristirahat di samping karung beras di pasar grosir beras di Jakarta Timur, 20 Mei 2015. (Foto: REUTERS/Nyimas Laula)
Seorang porter beristirahat di samping karung beras di pasar grosir beras di Jakarta Timur, 20 Mei 2015. (Foto: REUTERS/Nyimas Laula)

“Gas juga sama, internasional juga sudah naik lima kali. Ada gas kita impor juga gede banget. Pangan juga sama, seluruh dunia juga naik. Ada yang naiknya sudah 30 persen hingga 50 persen,” Jokowi menambahkan.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, membenarkan kenaikan harga pangan dunia mempengaruhi harga pangan di dalam negeri. Apalagi, katanya, Ukraina menjadi salah satu penyuplai gandum bagi Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Kebetulan produsen terbesar gandum adalah negara-negara yang sedang berkonflik Ukraina dengan Rusia. Ukraina penyuplai gandum untuk Indonesia. Sejak konflik sudah sama sekali tidak ada kita impor dari Ukraina. Artinya kesulitan suplai gandum dan ini berpengaruh terhadap produk makanan turunan dari gandum,” katanya.

Sementara itu, kenaikan tersebut juga telah berpengaruh terhadap meningkatnya harga pupuk untuk bahan pangan pertanian.

“Pupuk ini berpengaruh ke semua jenis produk pertanian pangan. Pengeskpor utama pupuk kita adalah Rusia. Ketika harga pupuk meningkat makanya ini bukan hanya berpengaruh ke banyak bahan pangan saat ini di dalam negeri,” tandas Faisal. [voaindonesia.com]

Total Views: 704

Pos terkait