Jokowi: Harga Beras Indonesia Stabil di Tengah Naiknya Harga Pangan Dunia

Seorang porter beristirahat di samping karung beras di pasar grosir beras di Jakarta Timur, 20 Mei 2015. (Foto: REUTERS/Nyimas Laula)
Seorang porter beristirahat di samping karung beras di pasar grosir beras di Jakarta Timur, 20 Mei 2015. (Foto: REUTERS/Nyimas Laula)

Jokowi menjelaskan beberapa negara di Afrika dan Asia telah mulai mengalami kekurangan pangan di tengah kenaikan harga-harda di dunia. Namun, katanya, Indonesia harus bersyukur karena stok pangan utama seperti beras masih terbilang cukup.

“Alhamdulillah rakyat kita utamanya petani masih produksi beras dan sampai saat ini harganya belum naik. Semoga tidak naik. Sudah tiga tahun kita tidak impor beras. Biasanya kita impor 1,5 juta hingga 2 juta ton. Ini sudah tidak impor lagi,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Menurut Jokowi minyak dunia juga mengalami fenomena serupa. Saat ini harga minyak dunia mencapai angka 120 dolar AS per barel. Padahal, sebelum pandemi COVID-19, harga minyak dunia hanya 60 dolar AS per barel.

“Sudah dua kali lipat (kenaikan), hati-hati,” kata Jokowi.

Meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan, Indonesia masih bertahan untuk tidak menaikkan harga BBM jenis pertalite. Jokowi pun mengingatkan hingga saat ini Indonesia masih mengimpor minyak sebanyak 1,5 juta barel.

“Negara lain yang namanya BBM itu sudah berada di angka Rp31 ribu. Jerman dan Singapura Rp31 ribu, serta Thailand Rp20 ribu. Kita masih Rp7.650 karena disubsidi oleh APBN. Ini kita masih kuat. Berdoa semoga APBN masih kuat memberi subsidi. Kalau sudah tidak kuat mau bagaimana lagi,” ucapnya.

Total Views: 733

Pos terkait