Hanya saja, kata Binsar, proses pencarian kedua nelayan saat ini terkendala oleh kondisi cuaca buruk.
“Lokasi pencarian sempat dilanda hujan dan saat ini terjadi angin dari tenggara dengan kecepatan 30 km/h dan ketinggian gelombang mencapai 0,5 sampai 1,25 meter,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, kedua kru kapal hilang setelah berangkat dari Tanjungbalai Karimun menuju Desa Sungai Gayung Kiri Pulau Rangsang Riau pada 25 Juni 2022.
Pasalnya, hingga saat ini kedua nelayan yang menggunakan kapal 2 GT bermuatan kasur tersebut belum kunjung tiba.
Sehingga, kedua kru kapal yang merupakan warga Desa Sungai Gayung Kiri ini diduga hilang ditengah laut. (YRA)





