Tidak hanya itu, kata Ady, pihak PLN menyebut akan datang 4 mesin baru ke Karimun dengan jumlah daya 3,6 Mega Watt.
“Dari keterangan PLN, keempat mesin ini akan bisa digunakan pada 15 Juni 2022,” katanya.
Ady menjelaskan bahwa dalam hearing itu, pihaknya juga meminta PLN untuk dapat memberikan kompensasi kepada seluruh pelanggan yang terdampak pemadaman listrik di Karimun.
Jumlah pelanggan PLN Karimun yang saat ini mencapai 52 ribu pelanggan memang dinilai bisa memperoleh kompensasi.
Hal itu mengacu pada Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Nomor 18 Tahun 2019, dimana PLN disebutkan wajib memberikan kompensasi kepada konsumen dalam hal realisasi tingkat mutu pelayanan tenaga listrik di atas besaran yang ditetapkan.
“PLN Tanjungbalai Karimun setuju dan akan mengusulkannya ke pusat sesuai Permen ESDM, kompensasi yang diberikan mungkin diskon atau pengurangan tagihan. Meski begitu, kami minta kompensasi yang diberikan harus secara jelas tergambar ke pelanggan,” jelasnya.
Lebih lanjut, legislator Hanura ini mengatakan pihaknya meminta PLN ULP Tanjungbalai Karimun untuk melakukan pemadaman listrik bergilir sesuai jadwal yang ditetapkan dan lama pemadaman juga tidak boleh melebihi tiga jam.
“Kami minta PLN agar apabila pemadaman selama tiga jam pada jadwal, maka laksanakan juga tiga jam. Jika ada interval waktu juga kami minta jangan sampai satu jam, cukup 30 menit,” kata Ady.





