Meski Belum Final, Mas Tamam Tegaskan KIHT Bisa Beroperasi Tahun 2022

Pamekasan, Jurnal Terkini – Awal tahun, Pemkab Pamekasan aktif lakukan safari ke beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memastikan program kerja selama satu tahun kedepan. Kamis, 27/1/22.

Kali ini sasaran safari Bupati yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kab. Pamekasan.

Bacaan Lainnya

Bupati yang didampingi Sekada dan asesten 1, serta beberapa kepala Dinas di lingkungan Pemkab Pamekasan, untuk memberikan semangat kepada ASN.

Ahmad Sjaifudin, kepala Disprindag Kab. Pamekasan, menjelaskan bahwa tujuan Bupati muda tersebut untuk memastikan bahwa tidak ada persoalan yang menghalangi kinerja ASN.

Menurut Ahmad Sjaifudin, untuk memastikan berjalannya program Bupati yang diamantkan pada Disprindag, pihaknya rutin melakukan evaluasi setiap hari Senin selepas apel pagi. Hal itu untuk mencari titik lemah dalam menjalankan pekerjaan.

“Kami rutin melakukan evaluasi mingguan, setiap hari senin selepas apel, dengan tujuan agar tidak ada pekerjaan yang tertinggal,” jelasnya.

Menururnya, ada beberapa target pencapaian program yang harus dievaluasi, baik mingguan atau bulanan.

“Setiap minggu dan sebulan sekali, target pencapaian program itu kami evaluasi, jadi jika ada program yang belum terlaksana kan bisa ketahuan,” lanjutnya saat dimintai keterangan oleh sejumlah awak media.

Usai acara silaturahmi, Bupati yang akrab disapa Mas Tamam, tersebut menyebutkan bahwa kegiatan tersebut untuk menyatukan sudut pandang, agar dalam pelaksanaan program prioritas bisa maksimal.

Ia menambahkan bahwa pada bulan Februari mendatang, jika dokumen yang dibutuhkan sudah rampung, maka akan dilakukan kontrak kinerja dengan beberapa OPD.

“Target awal yakni Wamira di 90 titik bisa terlaksana, dan pembangunan KIHT, sebelum dibangun, tentu butuh kelengkapan dokumen, seperti ijin dan sebagainya, agar pembangunan bisa berjalan,” jelasnya.

Mas Tamam, juga berharap agar tahun 2022 ini, pembangunan KIHT sudah rampung dan bisa dioperasikan.

“Anggaran KHIT ini bertahap, nanti kurangnya seperti Lab, musholah, dan yang lainnya, nanti bisa mohon bantuan ke kementrian, yang penting tahun ini sudah bisa selesai dan beroperasi,” jelas Mas Tamam.

“Jika pembangunan belum bisa beroperasi berarti ada masalah dengan Kadisnya,” tandasnya seraya tertawa. (Fiki)

Total Views: 267

Pos terkait