Program tersebut bahkan diprediksikan tidak akan berlangsung lama karena akan berakhir pada akhir Januari 2022.
Meski begitu, ia tetap berharap program harga khusus Pertalite itu bisa diperpanjang oleh Pemerintah.
“Mudah-mudahan program subsidi atau harga khusus Pertalite ini diperpanjang agar tidak langsung naik ke Rp. 8.000, dan apabila diperpanjang tentu SPBU yang sebelumnya tidak terdaftar seperti SPBU Coastal Area ini bisa didaftarkan untuk mendapatkan program tersebut,” ucap Yosli.
Diketahui, BBM jenis Pertalite mulai beredar di Kabupaten Karimun pada Oktober 2021 lalu dengan harga khusus Rp. 6.450 per litetnya.
Kemudian, harga Pertalite itu mengalami kenaikan sebesar Rp. 400 menjadi Rp. 6.850 per liternya pada 14 November 2021.
Terakhir, per tanggal 26 Desember harga bahan bakar bewarna hijau terang itu kembali naik menjadi Rp. 7.250 per liternya.
Harga Pertalite di Karimun tersebut diprediksi akan terus naik hingga Rp. 8.000 per liternya sesuai dengan harga normal yang ditetapkan oleh Pertamina untuk wilayah Kepulauan Riau. (yra)
Baca juga: Susi Air Kembali Layani Penerbangan di Bandara RHA Karimun, Ini Jadwal Terbaru





