Meranti (Jurnal) – Salah satu hewan laut yang ditakutkan manusia adalah crocodile yang biasa kita sebut buaya, ada bahasa lain di daerah sini, Desa Kepaubaru Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, mereka (Suku Asli-red) biasa menyebutnya ‘Apeng’ atau 42. Hewan ini hampir setiap sore bahkan pagipun bermunculan di tepi pantai dan di pelabuhan batu Teluk Kepau, Desa Kepaubaru.
Hal ini dibenarkan oleh Agus satu tokoh masyarakat yang bermukim tak jauh dari di area pantai laut yang berbatasan dengan Teluk Lanus, Kabupaten Siak itu.
Lek Agus, sapaan akrabnya mengatakan, biasanya ‘Apeng’ itu keluar menampakkan diri di bibir pantai sekitar pukul 16.00 WIB sore ketika air surut.
“Dia sangat senang memainkan gelombang di bibir pantai, sering kali menampakkan badannya, kadang hanya terlihat kepalanya saja, biasanya sore hari,” Beber Lek Agus kepada wartawan Jurnalterkini.id, Sabtu Sore, (27/10/18)
Lek Agus juga menceritakan beberapa hari yang lalu ada warga di daerahnya yang hampir saja dilalap buaya.
“Semalam ada orang sini hampir saja ditangkap buaya, ia sedang membetulkan kipas motornya di laut belakang rumahnya, untung saja dia bergegas naik ke darat, saat itu istrinya yang di darat melihat ada buaya yang ingin menerkamnya” Terang Lek Agus Suku perantauan Jawa yang sudah lama menetap di Kepaubaru.
Jauh sebebelumnya, buaya yang berkeliaran di laut Desa Kepaubaru ini sudah pernah memakan beberapa korban, salah satunya pekerja PT Nasional Sago Prima beberapa bulan yang lalu. (Khairul Zaman)





