Peserta Pelatihan Jurnalistik Maritim Zona-2 Karimun-Lingga Mulai Liputan Kolaborasi

Anggota Dewan Pers Jamalul Insan menyampaikan materi dengan tema "Peran Strategis Wartawan Dalam Menjaga Wilayah Perbatasan", dalam "In House Training Jurnalistik Maritim Berwawasan Kebangsaan' Zona 2 Karimun-Lingga yang digelar secara virtual oleh Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan (LPKW) UPN Veteran Yogyakarta bekerja sama dengan Kedubes AS, Rabu (22/9/2021).
Anggota Dewan Pers Jamalul Insan menyampaikan materi dengan tema "Peran Strategis Wartawan Dalam Menjaga Wilayah Perbatasan", dalam "In House Training Jurnalistik Maritim Berwawasan Kebangsaan' Zona 2 Karimun-Lingga yang digelar secara virtual oleh Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan (LPKW) UPN Veteran Yogyakarta bekerja sama dengan Kedubes AS, Rabu (22/9/2021).

“Wajib, harus dipending kalau belum konfirmasi. Jangan sampai setelah berita siar baru diberikan hak jawab, itu tidak boleh,” tegas Jamalul Insan.

Liputan kolaboratif itu akan mereka lakukan selama sepekan terkait dengan maritim. Dalam liputan berkedalaman (indepth reporting) itu, mereka akan mengangkat berbagai isu maritim yang terjadi di Provinsi Kepri. Diantaranya, mengenai potensi bisnis maritim rumput laut di Karimun.

Bacaan Lainnya

“Setelah mendapat berbagai materi mengenai keamanan maritim, jurnalisme data, teknik wawancara, kode etik jurnalistik dan teknik liputan berkedalaman, maka hari ini mereka akan memulai tugas liputan kolaboratif setiap kelompok,” ujar Direktur LPKW UPN ‘Veteran’ Yogyakarta, Susilastuti, Jumat (24/9/2021).

Dalam liputan kolaboratif ini, para peserta pelatihan jurnalistik maritim zona-2 dibagi menjadi 10 kelompok. Setiap dua kelompok akan didampingi oleh seorang fasilitator dari UPN ‘Veteran’ Yogyakarta yang berlatar belakang wartawan.

Mereka itu adalah Panji Dwi Arsianto, Sika Nur Indah, Khuswatun Khasanah, Senja Yustisia dan Kurnia Arofah.

“Para fasilitator itu akan membimbing para peserta agar liputan mereka lebih fokus dan memenuhi standar liputan berkedalaman, sebelum nantinya karya-karya mereka itu akan dipublikasikan di media mereka masing-masing lalu dibukukan,” tambah Susilastuti. (rls)

Total Views: 563

Pos terkait