Karimun (Jurnal) – Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Dinas Pangan dan Pertanian akan melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban menjelang hari hari raya Idul Adha 1439 Hijriyah tahun 2018, Selasa (31/7).
“Kami akan menurunkan tim khusus untuk melakukan pengecekan kesehatan dan kelayakan hewan kurban, agar hewan kurban yang akan dikurbankan tidak ada yang mengalami sakit seperti penyakit antraks,” ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Muhammad Affan saat ditemui di ruang kerjanya.
Affan menambahkan, untuk di Kabupaten Karimun nantinya akan ada dua orang dokter hewan yang akan diturunkan, dan akan dibagi di dua wilayah, yaitu Pulau Karimun dan Pulau Kundur.
“Karena di Kabupaten Karimun hanya ada dua dokter hewan, maka kita akan bagi sekitar dua tim yaitu untuk di Karimun dan juga Kundur,” tambahnya.
Jika nantinya pada pemeriksaan dilapangan ada sapi atau kambing yang mengalami sakit, maka akan menyuntikkan obat agar hewan kurban tersebut bebas dari penyakit yanh berbahaya. Pengecekan dan pemantauan hewan kurban ini juga nantinya akan terus dilakukan hingga hari H pemotongan hewab kurban.
Hal ini merupakan cara untuk mengetahui apakan hewah kurban yang telah disembelih tidak mengalami penyakit antraks yang sering menyerang pada hati hewan. Affan menuturkan, pada tahun 2017 lalu untuk di Kabupaten Karimun ada satu ekor sapi yang terserang penyakit antraks.
Pada saat setelah hewan tersebut disembelih dan dilihat di bagian hatinya ada terdapat cacing hati, setelah ditemukan cacinh hati tersebut, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun langsung mengamankan hati itu agar tidak diberikan kepada warga.
“Tahun 2017 lalu ada satu ekor sapi saja terkena penyakit antraks, setelah dilihat dihatinya itu ada cacinh hati dan itu sangat berbahaya, lalu kita amankan dan kita buang agar tidak diberikan kepada warga,” tutupnya.





